Kamis, 13 Agustus 2026

Orangtua Korban Ungkap Detik-detik Terakhir Sebelum Anaknya Dibunuh Suami di Asahan

Faliruddin Lubis - Selasa, 03 Februari 2026 19:41 WIB
Orangtua Korban Ungkap Detik-detik Terakhir Sebelum Anaknya Dibunuh Suami di Asahan
AsahanTV
Zainal, orangtua dari Ananda Isnaini Putri alias AIP (20).

POSMETRO MEDAN,Asahan – Zainal, orangtua dari Ananda Isnaini Putri alias AIP (20), mengungkapkan kronologi terakhir pertemuan putrinya dengan sang suami, Muhammad Ali alias MA (29), sebelum AIP ditemukan meninggal dunia.

Kesaksian tersebut disampaikan Zainal menyusul terungkapnya kasus pembunuhan yang dilakukan MA terhadap istrinya sendiri.

Menurut Zainal, pada siang hari sebelum kejadian, MA sempat menghubunginya melalui sambungan telepon untuk menanyakan keberadaan AIP. Saat itu, Zainal menyampaikan bahwa putrinya memang berada di rumahnya di Tanjungbalai.

Baca Juga:

"Dia menelepon dan menanyakan keberadaan istri saya jawab memang di rumah kami. Dia bilang, kalau memang anak ini mau pisah, dia bersedia menceraikan, tapi dia mau jumpa dulu," ujar Zainal menirukan omongan menantunya, MA.

Zainal mengaku tidak keberatan dengan pertemuan tersebut dan mempersilakan MA datang. Sore harinya, MA pun tiba di rumah orangtua AIP dan sempat berbincang cukup lama. Namun, pertemuan tersebut berujung pertengkaran.

Baca Juga:

"Setelah lama cerita-cerita, timbul pertengkaran. Dari situ, anak mereka (cucu,Red) saya sempat diancam akan dibawa lari. Anak mereka (cucu) saya sudah dimasukkan ke dalam mobil bersama dua orang rekan pelaku," katanya.

Zainal menuturkan, AIP sempat menangis di kamar karena anaknya dibawa oleh MA. Ia kemudian meminta istrinya untuk membujuk AIP agar tidak terjadi keributan yang lebih besar. Akhirnya, AIP menuruti ajakan suaminya dan ikut pulang ke Kisaran.

"Setelah pulang itu, kami sudah tidak tahu apa-apa lagi," ucap Zainal.

Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika antara waktu Magrib dan Isya, ibu korban berulang kali menghubungi AIP untuk memastikan apakah sudah sampai di rumah. Namun, panggilan tersebut tidak diangkat. Hingga akhirnya, telepon diangkat oleh MA.

"Ditanya mamaknya, 'Ali, Nanda mana?' Dia jawab, 'Ada, Mak, di sini.' Setelah itu telepon dimatikan dan tidak ada kabar sama sekali," ungkapnya.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Zainal menerima telepon dari pihak Polres Asahan. Petugas kepolisian bernama Eko menanyakan identitas AIP dan hubungan keluarga, sebelum akhirnya menyampaikan kabar duka.

"Saya diberitahu bahwa Nanda sudah tidak ada," tutur Zainal dengan suara lirih.

Zainal bersama istrinya kemudian berangkat ke Kisaran. Setibanya di sana, ia melihat langsung kondisi jenazah putrinya yang penuh luka, sehingga keluarga yakin kematian AIP tidak wajar.

"Secara kasat mata kami melihat ada luka tusukan di dekat telapak tangan kiri dan kanan, kemudian memar-memar dari tangan sampai ke dada, di pelipis dan di mulut juga ada," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi korban.

"Kami minta kepada pihak kepolisian agar kasus kematian anak kami ini diusut sampai tuntas," tegas Zainal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Asahan telah menetapkan MA sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap istrinya dan saat ini pelaku telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.(AsahanTV)

Tags
beritaTerkait
Tiga Hari Usai Divaksin Siswa SD Meninggal Dunia, Keluarga Masih tak Terima
RDPU Tertutup dengan Komisi III DPR, Dirreskrimum Polda Sumut Ungkap Suami WLG Telah Dipatsuskan
Pria Ini Diamankan Bawa 3,18 Gram Sabu
Kinerja Polres Tapanuli Selatan Menuai Pujian dari Kalangan DPR RI
Kapolres Tanjungbalai Hadiri Kunjungan Kerja Pangdam I/BB di Makodim 0208/Asahan
Kwarcab dan Baznas Asahan Bantu Biaya Pengobatan Istri Penjaga Kantor Pramuka
komentar
beritaTerbaru