Sabtu, 02 Mei 2026

Lansia Dirampok dan Dibunuh di Pekanbaru, Eks Menantu Terlibat

Administrator - Sabtu, 02 Mei 2026 12:51 WIB
Lansia Dirampok dan Dibunuh di Pekanbaru, Eks Menantu Terlibat
Istimewa
Seorang nenek berusia 60 tahun tewas usai rumahnya dirampok pada Rabu (29/4/2026). Salah satu pelaku diduga adalah eks menantu.(Tangkapan layar kanal YouTube Kompas TV)

POSMETRO MEDAN,Pekanbaru -- Kasus pembunuhan disertai perampokan yang menewaskan seorang nenek bernama Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Pekanbaru menjadi perhatian serius kepolisian.

Peristiwa tragis ini terjadi di rumah korban di Jalan Kurnia 2, Kecamatan Rumbai. Polda Riau memastikan penanganan perkara ini terus berjalan. Tim gabungan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan serta pemeriksaan saksi guna memperkuat bukti.

Peristiwa yang menimpa Dumaris pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha (66). Pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, ia sempat mengajak istrinya keluar rumah untuk mengurus pajak kendaraan, namun korban memilih tetap berada di rumah.

Pelaku berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua perempuan kemudian tiba di rumah Dumaris menggunakan mobil Avanza berwarna hitam.

Sebelum beraksi, pelaku sempat mondar-mandir di sekitar rumah untuk memastikan kondisi aman. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, salah satu pelaku perempuan diduga merupakan mantan menantu korban. Ia sempat berbincang dengan Dumaris sebelum seorang pelaku pria datang membawa potongan kayu dan langsung memukul korban.

Korban mengalami penganiayaan berulang kali meski kondisinya sudah tidak berdaya. Pelaku kemudian membawa kabur sejumlah barang berharga, seperti cincin emas 12 gram yang bertuliskan nama suami korban, cincin emas 10 gram, uang tunai senilai 400 dollar Singapura, handphone (HP) Samsung A55 5G, satu unit music box, satu unit speaker.

Setelah itu, Salmon Meha kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, ia mendapati pintu rumah dalam kondisi terbuka dan kamar sudah berantakan. Ia juga mencari ke beberapa ruangan dan mendapati istrinya sudah dalam posisi tertelungkup di dapur. Ketika ditemukan, korban sudah mengalami luka di wajah dan terdapat bercak darah di sekitar kamar mandi.

Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru tiba di lokasi pukul 17.30 WIB untuk melakukan olah TKP. Polisi juga mengevakuasi jasad korban ke RS untuk Bhayangkara untuk kepentingan visum dan autopsi.

Kapolda Riau Janji Tangkap Pelaku Secepat Mungkin

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa Dumaris menjadi perhatian serius pihaknya. Ia memastikan tim di lapangan akan terus bekerja untuk mengungkap pelaku. "Insya Allah saya pastikan segera ditangkap, jajaran Reskrim Polresta Pekanbaru dan Subdit Jatanras Reskrimum Polda Riau sedang bekerja di lapangan," ujar Herry, Jumat (1/5/2026).

"Kejahatan menghilangkan nyawa orang lain menjadi atensi kami, mohon doanya," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua menyebut pihaknya telah melakukan olah TKP lanjutan untuk melengkapi temuan sebelumnya.

"Olah TKP kedua ini kami lakukan untuk memperdalam dan melengkapi temuan sebelumnya," ujarnya.

"Tujuannya adalah memastikan tidak ada fakta yang terlewat, sekaligus mengumpulkan serta memperkuat alat bukti guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun identitas pelaku," jelas Hasyim.

Ia juga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah saksi telah dilakukan untuk membantu proses penyelidikan.

Pemeriksaan medis mengungkap korban meninggal akibat luka di bagian kepala yang disebabkan benda tumpul.

Luka tersebut memicu pendarahan pada otak sehingga mengganggu fungsi vital. "Pukulan benda tumpul itu menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak," kata Kasat Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah mengidentifikasi salah satu pelaku yang merupakan mantan menantu korban berinisial AF. Secara keseluruhan, pelaku diduga berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pria dan dua wanita. Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil berwarna hitam.

Saat berada di dalam rumah, korban diserang oleh salah satu pelaku pria menggunakan potongan kayu. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban meninggal akibat luka di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan pada otak hingga mengganggu fungsi vital. Aksi tersebut juga terekam kamera pengawas.

Dalam rekaman, pelaku perempuan yang merupakan mantan menantu sempat berbincang dengan korban sebelum pelaku pria datang dan langsung melakukan pemukulan.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru