Tekab Polsek Medan Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Jalan Bahagia By Pass
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Kisah hubungan penculik dan korbannya yang saling benci, kemudian berubah jadi saling menyayangi memang sudah bukan hal baru di medium film. Bisa jadi, sudah ratusan film telah menggunakan formula yang sama. Namun, Film 'Panggil Aku Ayah' yang merupakan adaptasi dari film Korea Pawn, dengan caranya mampu membalut kisah klasik tersebut tetap punya sisi yang menarik.
Film drama menyentuh ini disutradarai Benni Setiawan yang didukung dua produser ternama Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Keduanya dikenal sebagai sosok di balik berbagai film keluarga yang sukses menyentuh hati penonton, seperti Jumbo dan Keluarga Cemara.
Hasilnya, film Panggil Aku Ayah hadir bukan sekadar adaptasi. Film ini justru jadi reinterpretasi ulang yang mengangkat nuansa lokal lebih kuat. Dalam balutan narasi drama yang menghangatkan, film ini menyentuh sisi terdalam tentang bagaimana keluarga bisa hadir bukan karena darah, tapi karena pilihan.
Film ini bercerita tentang dua penagih utang kelas teri yang tiba-tiba harus mengasuh seorang anak kecil akibat ulah mereka sendiri. Apa yang awalnya dimulai sebagai keterpaksaan perlahan berubah menjadi hubungan yang dipenuhi kasih sayang. Secara perlahan, penonton akan diajak melihat proses para tokoh menemukan sisi kemanusiaan mereka yang lama tertimbun oleh kerasnya hidup.
Cerita bermula saat seorang ibu tunggal, Rosa (Sita Nursanti) terpaksa 'menggadaikan' putrinya, Intan (Myesha Lin), pada penagih utang, Dedi (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang (Boris Bokir). Awalnya, sang ibu berjanji akan kembali beberapa hari untuk membawa kembali putrinya sekaligus melunasi utang.
Namun, sang ibu justru pergi dan menghilang tanpa jejak. Dia membiarkan putrinya bersama dua penagih utang. Seperti sebuah kesialan, dua penagih utang itu kini pun harus mengasuh Intan.
Di rumah sang penagih utang, sang anak awalnya hanya dianggap sebagai beban. Namun, seiring waktu, ikatan emosional tumbuh di antara ketiganya, mengubah hubungan mereka menjadi keluarga yang hangat dan penuh kasih. Haru dan menghangatkan hati, itulah yang akan terjadi setelahnya.
Dengan premis melodrama seperti ini, sineas memang dibekali segudang dramatik adegan yang luas untuk menguras habis air mata penonton. Selama kurang lebih 2 jam, film ini akan memancing tangis penonton sesering mungkin. Sang sutradara benar-benar mampu menyulap tiap momen jadi terasa spesial.
Namun, menariknya, segmen menangis tak selalu berarti bersedih. Di beberapa adegan, segmen menangis itu justru jadi suguhan reflektif bagi penonton untuk memikirkan ulang makna kemanusian dan kekeluargaaan di tengah hidup yang sedang dijalani.
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 14 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Bupati dr H Asri Ludin Tambunan memperkenalkan kawasan Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, sebagai
Sumut 4 jam lalu
Bagi Anda yang gemar mengamati langit serta mencintai peristiwa astronomi, bersiaplah untuk mengarahkan pandangan ke atas.
Global 6 jam lalu
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang.
Sumut 7 jam lalu
Perebutan Tiket Piala Dunia 2026 Jalur Play Off Zona Eropa Berlangsung Sengit.
Sport 7 jam lalu
Tim Basarnas Berhasil Temukan Mayat Bram Pasaribu yang Hanyut di Sungai Silau Asahan.
Peristiwa 8 jam lalu