Di hadapan jajaran kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan, hingga petugas P3SU, ia menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir yang pernah terjadi pada 27 November 2024 dan 2025. Menurutnya, kondisi serupa dapat kembali terjadi jika tidak ada langkah nyata sejak dini.
"Banjir besar pada November 2024 dan 2025 harus menjadi pelajaran bersama. Di tahun 2026 ini bukan tidak mungkin terulang jika kita tidak bersiap dan berbenah dari sekarang," kata Zakiyuddin Harahap.
Baca Juga:
Ia menekankan bahwa banjir tidak hanya dipicu faktor alam, tetapi juga akibat kerusakan lingkungan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, memastikan parit tetap berfungsi, serta meningkatkan kesadaran kolektif untuk mencegah bencana. (ATN)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar