Senin, 02 November 2026
Mangkir dari RDP Mega Proyek BRT

Kadishub Medan Permalukan Wali Kota Rico Waas

Administrator - Jumat, 12 Juni 2026 10:05 WIB
Kadishub Medan Permalukan Wali Kota Rico Waas
IST/STN
RDP di ruang Komisi IV DPRD Medan, Senin (8/6/2026).

POSMETRO MEDAN,Medan– Sikap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Nasution, yang mangkir dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait mega proyek Bus Rapid Transit (BRT) menuai kekecewaan dari DPRDMedan.

Ketidakhadiran Kadishub dinilai mempermalukan Wali KotaMedan, Rico Waas karena proyek tersebut menyangkut kepentingan besar masyarakat dan penggunaan anggaran negara bernilai triliunan rupiah.

Ketua Komisi IV DPRDMedan, Paul Mei Anton Simanjuntak SH, menyebut absennya Kadishub Medan dalam RDP di ruang Komisi IV DPRDMedan, Senin (8/6/2026), menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Kota Medan dalam membahas proyek strategis tersebut.

Baca Juga:

"Dishub Medan seharusnya hadir karena mereka perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan di daerah. Jangan sampai proyek sebesar ini malah jadi beban bagi Pemko Medan," tegas Paul.

Menurutnya, rapat pembahasan proyekBRT senilai Rp1,9 triliun itu berjalan tidak maksimal lantaran sejumlah pertanyaan anggota dewan terkait anggaran pendamping dari APBD Kota Medan tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Baca Juga:

Paul juga menyoroti minimnya sosialisasi dari Dishub Medan kepada DPRD maupun masyarakat terkait proyekBRT yang akan menghubungkan Medan, Binjai, dan Deliserdang tersebut.

"Kami tahu proyek ini justru setelah pengerjaan mulai dilakukan di lapangan. Banyak masyarakat bertanya kepada kami, sementara penjelasan resmi dari Dishub tidak ada," ujarnya.

Kekecewaan serupa disampaikan anggota Komisi IV DPRDMedan, Renville P Napitupulu. Ia mempertanyakan besaran anggaran yang disiapkan Pemko Medan untuk pembebasan lahan maupun kompensasi bagi pelaku UMKM terdampak proyekBRT.

"Mana Kadishub Medan? Kami dengar ada anggaran ratusan juta untuk warga terdampak dan kompensasi bangunan. Tapi tidak ada penjelasan yang pasti," kata Renville.

Paul kembali menegaskan, ketidakhadiran Kepala Dinas Perhubungan dalam rapat resmi DPRD tidak bisa dianggap sepele. Ia menilai proyek jangka panjang seperti BRT harus dibahas secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Tags
beritaTerkait
SAPA WARGA DI MEDAN AMPLAS, KHARUL AZMI DAMPINGI WALI KOTA SERAP ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT BANJIR DAN INFRASTRUKTUR
Forkala Medan Jelajahi Kuliner Khas India di Nilaa Cafe Indian Food
Hujan Deras Tak Surutkan Semangat Kapolrestabes Medan Tanam 99 Pohon Durian di Kutalimbaru
Dari 100 Anggota DPRD Sumut, Hanya 14 Orang yang Ikut Paripurna
Satresnarkoba Polrestabes Medan Gerebek Gudang Penyimpanan Narkoba Berkedok Kandang Ayam
Rico Waas Dorong Digitalisasi Pendapatan Tanpa Naikkan Pajak, Kadis SDABMBK Medan Hadiri Forum Digital Bapenda se-Indonesia
komentar
beritaTerbaru