Personel Polres Sibolga Siagakan Pengaturan Pagi, Pastikan Kelancaran Arus Lalin Saat Jam Sibuk
Personel Polres Sibolga Siagakan Pengaturan Pagi, Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas Saat Jam Sibuk.
Sumut 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan-Malang benar nasib yang dialami oleh Dimas Tri Setyo (37), seorang kurir di perusahaan ekspedisi JNT Pancurbatu.
Dimas mengalami kecalakaan saat bekerja mengantar paket hingga kaki kirinya diamputasi. Sudah jatuh tertimpa tangga, kini pria beranak satu ini dipecat oleh perusahaannya itu. Sementara ia kini sudah cacat permanen dan menggunakan kaki palsu.
Kisah pilu ini diceritakan Dimas kepada wartawan, Rabu (2/7). Warga Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia ini menceritakan kisah pilunya ini terjadi pada September 2024 lalu.
Baca Juga:
Di hari nahas itu, ia bertugas mengantar paket ke kawasan Pancurbatu. Namun saat melintas di kawasan Bintang Meriah, Pancurbatu, ia yang mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan sebuah truk. Kaki kirinya digilas.
Ia dilarikan ke rumah sakit. Dengan kondisi luka yang sangat parah, kakinya kemudian diamputasi sampai batas betis. "Dokter khawatir infeksi menjalar semakin parah makanya diamputasi. Biaya perobatan selama di rumah sakit waktu itu ditanggung Jasa Raharja dan uang keluarga," kata Dimas.
Baca Juga:
Dimas bersama keluarganya pun menuntut pertanggungjawaban perusahaan karena kecelakaan tersebut terjadi saat sedang bertugas. Namun, perusahaan tak memberi apa-apa. "Saya hanya dijanjikan akan tetap dipekerjakan setelah sembuh," kata dia.
Parahnya, dari situ ketahuan bahwasanya Dimas tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Soal ini Dimas menjelaskan bahwa sekitar Agustus 2024 perusahaan menyampaikan kepada karyawan bahwa ada peralihan vendor dari PT SAB ke CV Wicaksana.
"Karena ada peralihan ini, dengan surat rekomendasi dari perusahaan, saya mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan saya. Sialnya sekitar seminggu kemudian saya kecelakaan," kisahnya.
Mereka sempat mengecek ke BPJS Ketenagakerjaan perihal status kepesertaan Dimas. Namun, BPJS Ketenagakerjaan menyatakan Dimas tidak terdaftar sebagai peserta dan meminta dirinya untuk mempertanyakan ke perusahaan tempatnya bekerja.
"Soal kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kan wewenangnya perusahaan karena uang kami tetap dipotong setiap bulannya," sebutnya.
Dengan bantuan uang perdamaian dari truk yang menabraknya sebesar Rp 18 juta, ia kemudian membeli kaki palsu. Setelah mulai pulih, Dimas kemudian masih diterima bekerja.
Awalnya, ia mengaku hanya diminta untuk mengisi absen kehadiran. Lambat laun, ia yang berjalan dengan bantuan kaki palsu, ditempatkan di gudang oleh perusahaan. "Pekerjaan di gudang lebih berat, karena tugasnya mengangkat, memuat barang, tapi itu pun saya tetap kerjakan," tegasnya.
Hingga kemudian, tanpa adanya surat peringatan, pada Juni 2025, atau sekitar 9 bulan setelah kecelakaan, perusahaan memberhentikan dirinya. "Mereka hanya menyampaikan bahwa perusahan tidak mempekerjakan saya lagi. Alasannya, saya dituduh menggelapkan paket," paparnya.
Sebetulnya Dimas hanya berharap apa yang menjadi haknya dipenuhi. "Kalau ada santunan dari perusahaan atau BPJS Ketenagakerjaan, saya bisa pergunakan untuk modal usaha untuk menghidupi keluarga saya. Dengan kondisi begini, tidak ada lagi perusahaan yang mau menerima saya bekerja," tandasnya.
Ia menambahkan, selain dipecat sepihak karena tuduhan menggelapkan paket, sampai saat ini ijazah sekolahnya, dan BPKB motornya, masih ditahan oleh perusahaan. Ijazah dan BPKB motor ini adalah jaminan saat ia diterima bekerja pada 2022 lalu.(Red/Rel)
Personel Polres Sibolga Siagakan Pengaturan Pagi, Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas Saat Jam Sibuk.
Sumut 6 menit lalu
Kapolrestabes Medan Hadiri Sidang Paripurna HUT ke81 RI di Gedung DPRD.
Medan 10 menit lalu
Dalam rangka rangkaian menyambut HUT ke81 RI PT Socfindo Medan menggelar donor darah, Kamis (13/7/2026).
Medan 14 menit lalu
Semarak HUT Ke81 Kemerdekaan RI, Dinas SDABMBK Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat.
Medan 20 menit lalu
Sat Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Dua Pengedar dan Seorang Pengguna Sabu di Hamparan Perak.
Medan 21 menit lalu
Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Identifikasi Pelaku Pembunuhan Driver Online Kebun Tebu Hamparan Perak
Peristiwa 29 menit lalu
Duh... Rumah di Pemukiman Padat Pinggir Sungai Deli Jadi Sarang Narkoba
Medan 36 menit lalu
Pria Ditemukan Tewas Terikat di Perkebunan Tebu Deli Serdang.
Peristiwa 39 menit lalu
Batalyon Infanteri TP 906/SLG melaksanakan ramah tamah dan syukuran ulang tahun keI Batalyon yang berbasis di Kabupaten Pakpak Bharat
Sumut 51 menit lalu
Digerebek Tengah Malam, Polres Karo Temukan Ganja Hampir 108 Gram di Rumah Buruh Bangunan.
Peristiwa satu jam lalu