Ia menjelaskan, Duta Genre juga memiliki peran penting mengajak remaja menghindari pernikahan dini, hubungan seksual di luar pernikahan, serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Rico Waas menegaskan kemampuan berbicara saja tidak cukup. Seorang Duta Genre harus mampu menunjukkan sikap, perilaku, dan keteladanan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
"Duta yang terpilih harus mampu menjadi contoh dalam merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga. Masyarakat memerlukan anak-anak muda yang berani menyampaikan pentingnya mencegah pernikahan dini, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, serta perilaku berisiko lainnya," ujarnya.
Selain itu, Rico Waas mengingatkan seluruh remaja Kota Medan agar tidak mudah terpengaruh narkotika, judi online, tindakan kekerasan, bullying, maupun bentuk pergaulan negatif lainnya yang dapat merusak masa depan.
Baca Juga:
"Beranilah menolak ajakan yang salah, walaupun ajakan itu datang dari kawan sendiri. Rencanakan masa depan dengan matang dan jangan biarkan keputusan sesaat merusak cita-cita yang sudah kalian bangun," pesannya.
Rico Waas juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan arahan, pengawasan, serta membangun komunikasi yang sehat sehingga keluarga menjadi tempat pertama bagi anak memperoleh perlindungan dan dukungan untuk merencanakan masa depan.(REL/ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar