POSMETRO MEDAN,Medan-- Anggota DPRD Kota Medan, Fauzi SH mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas untuk menginstruksikan jajarannya, mengusut keterlibatan oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, yang terlibat dalam kasus dugaan jual beli jabatan, yang menjerat eks Camat Medan Timur, Fernanda.
"Kita pertama apresiasi langkah tegas Pak Wali Kota dalam hal ini. Tapi, ingat dalam pengusutan dugaan kasus jual beli jabatan ini. Oknum-oknum pejabat setingkat di atas eks Camat Medan Timur harus diperiksa. Kalau terbukti, segera copot dan berikan sanksi tegas," ucap Fauzi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/8/2026).
Fauzi mengingatkan Wali Kota Medan, harus tegas kepada jajaran dan anggotanya, yang terlibat dan coba bermain-main dengan jual jabatan ini. Sehingga memberikan efek jera kepada terduga pelaku dan memberikan contoh kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan.
Baca Juga:
"Saya tegaskan kembali, Pak Wali Kota harus berani bongkar skandal jual beli jabatan di Pemko Medan, sapu bersih oknum terlibat. Jangan bikin malu Pemerintah yang dia pimpin," ucap Fauzi.
"Secara logika, eks Camat Medan Timur, tidak mungkin bermain tunggal dalam kasus ini. Saya menduga ada yang backup dia setingkat di atasnya. Itu harus segera dibongkar dan diungkap ke publik," tegas politik muda Partai Gerindra ini.
Baca Juga:
Fauzi juga desak Inspektorat Kota Medan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, untuk transparan mengusut kasus jual beli jabatan melibatkan eks Camat Medan Timur itu.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan itu, mengatakan jangan sampai seperti kasus Lurah Aur, sampai sekarang tidak tahu lanjutan penanganan kasus sudah sampai dimana dan sanksi hingga apa diberikan kepada oknum lurah tersebut.
"Jangan cuma tahu mencopot, di ekspos di media massa. Tapi, lanjutan penanganan kasus tidak ada disampaikan kepada publik. Contohnya, kasus Lurah Aur, tahu kita sudah sampai mana penanganannya," ungkap Fauzi.
Fauzi mengatakan pihaknya akan mengawasi dan memantau perkembangan kasus jual beli jabatannya hingga tuntas. Tapi, jangan sampai hanya sebatas periksa dan dicopot. Habis itu, 'masuk angin' proses hasil audit internalnya.
"Masyarakat bisa bosan, baca berita Pemko Medan copot oknum ini, copot oknum sana. Tapi, gak ada akhir yang jelas dan tegas. Sudah lah, jangan heboh di awal dan di akhir masuk angin," jelas Anggota Komisi I DPRD Kota Medan itu.
Tags
beritaTerkait
komentar