POSMETRO MEDAN,Medan– Kota Medan diperkirakan akan ramai dengan berbagai aksi unjuk rasa pada Senin, 1 September 2025. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sejumlah organisasi mahasiswa, pemuda, hingga komunitas akan menyampaikan aspirasi di beberapa titik strategis, mulai dari Polrestabes Medan, Polda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, hingga Kejaksaan Tinggi Sumut.
Salah satu aksi besar akan digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Polrestabes Medan, Jalan HM Said. Massa sekitar 200 orang menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindakan represif aparat yang menyebabkan pemukulan kader HMI pada aksi sebelumnya, 27 Agustus 2025.
Selain itu, BADKO HMI Sumut juga dijadwalkan berunjuk rasa di Polda Sumut, Kantor BPN Sumut, dan PT Wilmar. Massa sekitar 30 orang ini menyoroti kewajiban penyediaan lahan plasma 20% dari HGU perusahaan Wilmar, sesuai peraturan Kementerian Pertanian.
Baca Juga:
Aksi juga akan digelar oleh PC PMII, dengan titik di Polda Sumut dan Kejati Sumut. Mereka menuntut pemeriksaan pimpinan Bandara Kualanamu terkait dugaan gratifikasi penggunaan fasilitas VVIP oleh seorang bos judi online. Jumlah massa diperkirakan 25 orang.
Kemudian, GASMA Sumut akan melakukan aksi di Polda Sumut dan Kejati Sumut dengan membawa tuntutan pemberantasan pungli dan tindak pidana korupsi di Labuhan Batu. Aksi ini diperkirakan melibatkan 50 orang.
Baca Juga:
Sejumlah organisasi lain juga akan menggelar aksi dengan isu beragam, di antaranya:
Gerakan Pemuda Deli Berdaulat (GPBD), menyoroti sengketa lahan PTPN II Garbus (±25 orang).
Persatuan Pemuda Mas Sumut, mendesak pencopotan jaksa yang diduga intervensi pengadaan barang dan jasa (±20 orang).
JK Pemerintah Sumut, menuntut pengusutan dugaan penyalahgunaan dana CSR BI dan OJK (±30 orang).
PW LIMA-SU, meminta Kejati mengusut dugaan korupsi proyek pemasangan pipa di Dinas PUPR Sumut (±25 orang).
DPW GEMPET-SU, menyoroti dugaan korupsi dana pinjaman PEN di Padang Lawas Utara (±20 orang).
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumut (AMP-Sumut), menuntut pemeriksaan dugaan korupsi pejabat BGN/MBG (±30 orang).
BPM, mendesak Kapolda menindak tegas oknum polisi yang diduga pungli (±25 orang).
Pemuda Batak Bersatu (PBB), menuntut transparansi penyidikan terkait laporan di Polrestabes Medan (±20 orang).
Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (GODAMS), dengan massa terbesar sekitar 300 orang, meminta Polri mengedepankan langkah antisipatif agar aksi massa tidak berkembang menjadi anarkis.
Lembaga Aspirasi Rakyat Anti Korupsi (LARAS), mendesak Pemko Medan menjalankan lelang jabatan sesuai aturan tanpa intervensi politik (±30 orang).
Dengan banyaknya aksi yang berlangsung hampir bersamaan, aparat keamanan diperkirakan akan melakukan pengamanan ketat di sejumlah lokasi untuk menjaga kondusivitas Kota Medan sepanjang hari.(Red)
Tags
beritaTerkait
komentar