POSMETRO MEDAN, Medan– Sejak Agustus 2025, loreng-loreng hijau prajurit TNI rutin menghiasi halaman Gedung DPRD Sumatera Utara.
Puluhan personel TNI ditugaskan on call oleh Kodam I Bukit Barisan untuk berjaga dan siaga di kompleks parlemen daerah tersebut. Kehadiran mereka merupakan bagian dari rotasi pengamanan yang berlangsung sejak 24 Agustus hingga Selasa (16/9/2025).
Para prajurit berasal dari berbagai kesatuan, mulai dari Yon Kav, Artileri Medan (Yon Armed), Zipur, hingga Batalyon Infanteri. Seorang pengemudi kendaraan tempur mengaku dirinya berasal dari Yonif 121/Macan Kumbang di Galang. "Kami on call di DPRD Sumut," ujarnya sembari menyalakan mesin Reo, truk pasukan khas TNI.
Baca Juga:
Dari unit lain, seorang prajurit kavaleri Yon Kav 6 bahkan sempat bergurau kepada wartawan. "Kak, sampai kapan kami di sini?" candaannya yang menggambarkan rasa letih sekaligus keakraban di tengah rutinitas berjaga. Banyak di antara mereka menghabiskan waktu istirahat di teras Masjid DPRD Sumut.
Selain siaga di halaman, sebagian prajurit memilih beristirahat di area dalam. Ruang perpustakaan DPRD Sumut dijadikan tempat menginap darurat tanpa alas, sementara lainnya tidur beralaskan keramik masjid. Pada siang hari, ada yang menunaikan ibadah, sementara sebagian lagi berkumpul santai di teras.
Baca Juga:

Di depan halaman gedung, truk Reo TNI dan panser Anoa berderet rapi. Di sela penjagaan, para personel kerap duduk bersandar di antara kendaraan-kendaraan tempur itu, bercengkerama ringan, atau sekadar mengamati lalu lintas massa. Kehadiran mereka menghadirkan kontras: simbol kekuatan militer sekaligus wajah-wajah muda yang sabar menanti perintah.
Kebutuhan sehari-hari prajurit juga diperhatikan. Setiap hari mereka mendapat jatah nasi kotak tiga kali, energi sederhana di tengah tugas yang tak mengenal waktu. "Rotasi tiap minggu, tapi sejak demo ramai, hampir selalu ada pasukan stand by di sini sudah tiga minggu," kata seorang anggota TNI.
Instruksi penjagaan ini merupakan perintah resmi Kodam I/Bukit Barisan. Kehadiran TNI di kompleks DPRD Sumut disebut sebagai langkah antisipasi keamanan, mengingat belakangan ini kawasan tersebut kerap menjadi pusat aksi unjuk rasa.
Meski bertugas resmi, para prajurit tetap berusaha menjaga sikap ramah. Sesekali mereka menyapa wartawan atau bercanda kecil di sela waktu jaga. Dengan seragam loreng rapi, mereka bergantian beristirahat sejak pagi hingga malam, menanti giliran berikutnya.
Kehadiran puluhan personel TNI di DPRD Sumut menjadi potret senyap bagaimana negara menjaga stabilitas. Di balik rapat paripurna yang formal dan riuh sorakan massa di jalanan, loreng-loreng hijau itu mengingatkan bahwa setiap gejolak politik selalu diiringi kesiapan aparat.
Dari luar, deretan truk Yon Armed dan panser Anoa di halaman DPRD mungkin terlihat sebagai pamer kekuatan. Namun dari dekat, yang tampak justru sisi manusiawi para prajurit: tidur beralaskan keramik, makan nasi kotak, hingga bercanda di sela tugas. Sebuah potret kecil bagaimana negara menjaga denyut demokrasi di Sumatera Utara.(Erni)
Tags
beritaTerkait
komentar