Jumat, 03 Juli 2026

Dokter Spesialis Terbatas, Dewan Soroti RSUD Pirngadi Medan Sibuk Pembangunan Fisik

Administrator - Selasa, 07 Oktober 2025 13:38 WIB
Dokter Spesialis Terbatas, Dewan Soroti RSUD Pirngadi Medan Sibuk Pembangunan Fisik
ist
Rumah Sakit Umum Daerah Pirngadi Medan

POSMETRO MEDAN,Medan – Meski RSUD Pirngadi Medan sampai saat ini kekurangan tenaga dokter spesialis maupun sub spesialis, namun pihak rumah sakit ini hanya sibuk mengembangkan pembangunan fisik.

Berdasarkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025, RSUD Pirngadi mendapat anggaran sebesar Rp158 miliar. Dari jumlah tersebut, tidak satu pun mata anggaran menyengggol penambahan dokter spesialis maupun sub spesialis untuk bertugas di rumah sakit milik Pemko itu.

Baca Juga:

Dari data APBD 2025, menunjukan lebih banyak digunakan untuk belanja kebutuhan kantor maupun alat-alat medis lainnya.

Baca Juga:

Dan hal tersebut juga diakui oleh anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah. Bahwa anggaran yang diperuntukkan bagi RSUD Pirngadi lebih banyak untuk rehabilitasi fisik gedung dan belanja perlengkapan medis dan mobiler rumah sakit.

"Rencananya memang ada beberapa yang harus dibangun. Seperti radio terapi, ada arahnya ke sana, mau membangun bunker nuklir di bawah tanah. Hanya saja, terkait pembangunan ini kita coba arahkan kepada pihak swasta untuk kerjasama. Sebab mereka sudah BLUD, sudah bisa bekerjasama dengan pihak ketiga," jelas Afif Abdillah yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu.

Halaman:
Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Resmikan Tugu Kota Tangguh dan Tanam 120 Pohon, 98 Walikota Tinggalkan Jejak Di Kota Medan
Dibuka Wamendagri Bima Arya, Rico Waas Dorong Rakernas XVIII APEKSI Lahirkan Aksi Nyata bagi Daerah
Airin Rico Waas Ajak Naik Becak Keliling Kota Medan di Acara Ladies Program Rakernas APEKSI XVIII
Rico Waas: Bukan Nama Yang Dikenang, Tetapi Karya Yang Dirasakan Masyarakat
Rico Waas Jadikan Medan Tangguh Dalam Rakernas XVIII APEKSI  Posmetro Medan
Rico Waas : Kota tak Bisa Hanya Jadi Konsumen, Saat Bangun Ketahanan Pangan
komentar
beritaTerbaru