Jumat, 14 Agustus 2026

Kasus Penipuan dari Dalam Lapas: Cerminan Buruknya Sistem Pengawasan, Pakar Hukum Desak Evaluasi Total

Administrator - Minggu, 19 Oktober 2025 10:12 WIB
Kasus Penipuan dari Dalam Lapas: Cerminan Buruknya Sistem Pengawasan, Pakar Hukum Desak Evaluasi Total
ist
Pengamat hukum dari Universitas Tarumanegara, Herry Firmansyah

POSMETRO MEDAN,Medan - Kasus penipuan yang menimpa orang tua artis sekaligus pengusaha, Raline Shah, kembali membuka mata publik terhadap lemahnya sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia. Kasus ini diduga dilakukan oleh narapidana dari dalam lapas, yang masih leluasa mengoperasikan telepon genggam untuk melancarkan aksi kejahatannya.

Peristiwa ini dianggap sebagai tamparan keras bagi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang membawahi pengelolaan lapas dan rumah tahanan (rutan). Sebab, tempat yang seharusnya menjadi ruang pembinaan dan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan, justru kembali menjadi sarang praktik curang dan tindak kriminal baru.

Pengamat hukum dari Universitas Tarumanegara, Herry Firmansyah, menilai kasus ini merupakan bukti bahwa sistem pengamanan di dalam lapas masih jauh dari kata bersih.

Baca Juga:

"Kalau masih ada napi yang bisa menggunakan handphone dari dalam lapas, berarti ada yang tidak beres dengan sistem penjagaan dan pengawasan di sana," tegas Herry, Sabtu (19/10/2025).

Ia menambahkan, kalapas harus ikut bertanggung jawab penuh atas terjadinya kasus penipuan yang dilakukan dari balik jeruji besi. Menurutnya, hal ini tidak bisa dianggap sebagai kasus biasa, mengingat korban kali ini merupakan tokoh publik dan pengusaha besar seperti Rahmat Shah, ayah dari Raline Shah.

Baca Juga:

"Kalau orang sekelas Pak Rahmat Shah saja bisa menjadi korban, bagaimana dengan masyarakat biasa? Ini situasi yang sangat berbahaya dan memalukan bagi sistem hukum kita," ujarnya menambahkan.

Herry menyoroti bahwa tindakan razia handphone di dalam lapas sering kali hanya dilakukan setelah ada kasus besar mencuat ke publik, bukan sebagai bagian dari pengawasan rutin yang berkelanjutan.

"Yang perlu ditelusuri bukan hanya berapa banyak HP yang disita saat razia, tapi juga bagaimana HP itu bisa masuk dan sudah digunakan untuk apa saja sebelumnya. Itu akar masalahnya," jelasnya.

Kasus penipuan dari dalam lapas ini juga menjadi alarm keras bagi Kemenkumham untuk segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pengamanan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia. Pasalnya, berdasarkan berbagai laporan, praktik penyelundupan barang terlarang seperti handphone, kartu SIM, bahkan jaringan internet pribadi (MiFi), masih marak terjadi di balik tembok penjara.

Selain faktor lemahnya pengawasan, dugaan keterlibatan oknum petugas lapas dalam memuluskan masuknya barang terlarang juga menjadi sorotan serius. Banyak pihak menilai bahwa tanpa adanya kerja sama dari dalam, mustahil narapidana bisa sebebas itu berkomunikasi dengan dunia luar.

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Jaringan Scamming Internasional Dibongkar, 2 WN Pakistan 1 WN India dan ART Diamankan
Dukung Program Ketahanan Pangan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Laksanakan Penanaman Jagung
Kalapas Kelas IIA Waingapu Klarifikasi Cewek Cantik Asal Balige yang Viral di Medsos
Prodi Teknik Lingkungan FT Unimed Latih Pegawai Lapas Perempuan Kelas II Medan Kelola Sampah
Viral Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas, Ditemukan Perempuan Muda 19 Tahun Asal Balige
Lapas Kelas II A Binjai Terima Kunjungan Kerja Staf Khusus Menteri Imipas
komentar
beritaTerbaru