LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Naekoba
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Dugaan praktek mafia tanah terjadi di kawasan Jalan Paya Dalu Sungai Mati, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Penyerobotan lahan ini dilakukan sebuah yayasan yang disinyalir bekerjasama dengan pihak kecamatan dan kelurahan. Alamak!
Dugaan mafia tanah ini terungkap saat pemilik lahan, M. Alamsyah Maulana Harahap (37) mendapati lahannya seluas 2 hektar telah dipagari pihak Yayasan Gisan."Lahan saya merupakan warisan dari orangtua seluas 2 hektar. Tapi, beberapa waktu lalu, saya mendapat kabar dari orang yang menjaga di sana, lahan milik saya itu telah diserobot pihak Yayasan Gisan. Bahkan mereka telah menemboknya. Lebih dari 1.300 meter diserobot mereka," ungkap pria yang akrab disapa Alam ini, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga:

Diceritakannya, lahan tersebut dibeli orangtuanya, Almarhum Adlan Harahap, dari Rofik Hidayat, dengan surat keputusan dari Mahkamah Agung Nomor: 1706 K/Pdt/2009.
Baca Juga:
"Tiga bulan lalu orangtua saya meninggal dunia. Selanjutnya, oleh keluarga, saya dipercaya untuk menjaga lahan tersebut. Tapi saat mendapati lahan itu diserobot oleh pihak Yayasan, tentu saya gak terima. Apalagi mereka hanya bermodalkan surat penguasaan lahan yang kami nilai cacat administrasi," ungkap anak kedua dari 8 bersaudara, seraya menyatakan, hingga kini tak ada itikad baik dari pihak Yayasan Gisan.
Menurutnya, Yayasan Gisan telah melakukan penyerobotan lahan miliknya dan menjadikannya sebagai tempat pemakaman umum khusus etnis Tionghoa.
"Di sini kami merasa heran, hanya dengan Surat Penguasaan Fisik yang dikeluarkan pihak kecamatan, mereka langsung mengklaim itu lahan mereka. Sementara kami memiliki surat putusan dari Mahkamah Agung," ungkap Alam.

Ia juga menyatakan, sebagai jiran tetangga, dirinya tak pernah diundang dalam proses pengukuran maupun diminta untuk menandatangani persetujuan sebagai persyaratan untuk mengeluarkan Surat Penguasaan Fisik.
Karenanya, lanjut Alam, ia mencium adanya permufakatan jahat antara pihak kecamatan Medan Labuhan dan Kelurahan Martubung dengan Yayasan Gisan, sehingga berani menembok di lahan milik orang lain.
Untuk itu ia berharap, Wali Kota Medan Rico Waas mengevaluasi Camat Medan Labuhan dan Lurah Martubung yang berani mengeluarkan Surat Penguasaan Lahan tersebut.
"Kami mohon kepada Wali Kota Medan, Bapak Rico Waas, untuk menindak anak buahnya (Camat Medan Labuhan dan Lurah Martubung) yang kami syaki telah menyalahgunakan kekuasaannya," harap Alam, seraya menyatakan, bila tak ada itikad baik dari pihak Yayasan Gisan, pihaknya akan menempuh jalur hukum.(JF/*)
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 48 menit lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 4 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 5 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 6 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 7 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 7 jam lalu
Rico Waas Pimpin Upacara, Jajaran Pemko Medan Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian.
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDANPelantikan pengurus Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sumatera Utara, yang dilaksanakan dalam acara Ap
Sumut 9 jam lalu