Kecamatan Medan Baru Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Tali Asih, Pemerintah Hadir Menyapa Warga
POSMETRO MEDAN, Medan Kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan jajaran Kecamatan Medan Baru melalui kegiatan Tali Asih yang dilak
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Kepala Pengadilan Militer I-02 Medan, Kolonel Chk Rony Suyandoko, menegaskan bahwa dalam perkara yang menimpa Sertu Riza Pahlivi, majelis hakim telah melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap semua saksi, alat bukti, dan hasil pemeriksaan dari tiga rumah sakit — RSU Wahyu, RS Muhammadiyah, dan RS Madani Medan.
Dari seluruh hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya luka jejak atau lebam pada tubuh korban bernama Mikael Histon Sitanggang, kecuali luka lecet ringan di pelipis kanan akibat terjatuh di jembatan rel kereta api. Fakta ini memperkuat keyakinan majelis hakim bahwa tidak ada kekerasan fisik yang dilakukan oleh terdakwa selama kejadian berlangsung.
Bertugas Membubarkan Tawuran
Peristiwa ini bermula pada Jumat, 24 Mei 2024 sekitar pukul 16.00 WIB, ketika terjadi tawuran antara dua kelompok remaja di lintasan rel kereta api perbatasan Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Aksi itu meresahkan warga karena terjadi di area padat permukiman.
Mendengar laporan masyarakat, Bripka Misriadi dan Aiptu Zuchairi Affan segera menghubungi Sertu Riza Pahlivi, Babinsa setempat, untuk bersama-sama membubarkan kerumunan. Ketiganya turun langsung ke lokasi dan berusaha menenangkan massa dengan seruan, "Bubar-bubar, jangan tawuran!"
Namun di tengah kekacauan, sekelompok remaja berlarian di atas rel kereta api yang melintasi jembatan tanpa pagar pengaman. Saat itu, Sertu Riza Pahlivi berusaha menghadang agar mereka tidak jatuh atau menyeberang sembarangan, dengan maksud mengamankan situasi. Dalam momen tersebut, korban Mikael Histon Sitanggang berlari di pinggir jembatan dan berusaha menghindar, namun kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bawah jembatan sedalam 2,6 meter.
Korban sempat bangkit dan kembali naik ke atas rel, lalu dibawa rekan-rekannya ke RS Wahyu dan selanjutnya dirujuk ke RS Muhammadiyah serta RS Madani Medan. Sayangnya, meski sempat mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka dalam di bagian perut dan kepala.
Hakim: Perbuatan Terjadi Karena Kealpaan, Bukan Kesengajaan
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa tindakan terdakwa tidak didasari niat jahat, melainkan murni karena kealpaan (lalai) dalam menjalankan tugas. Terdakwa terbukti berusaha melaksanakan kewajibannya sebagai Babinsa untuk mencegah tawuran yang berpotensi menimbulkan korban lebih banyak.
"Majelis menilai terdakwa bertindak spontan dan tidak bermaksud mencelakai korban. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik, dan tindakannya dilakukan dalam kapasitas menjalankan tugas," ujar Kolonel Chk Rony Suyandoko di ruang sidang Pengadilan Militer I-02 Medan.
Atas dasar itu, majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 10 bulan kepada Sertu Riza Pahlivi karena kealpaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang, sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP.
Selain itu, pengadilan juga memerintahkan terdakwa membayar restitusi sebesar Rp12.777.100 kepada keluarga korban melalui Oditur Militer, serta membebankan biaya perkara sebesar Rp10.000.
Tanggung Jawab dan Sikap Kooperatif
Dalam persidangan, terdakwa menunjukkan sikap kooperatif, sopan, dan bertanggung jawab, serta menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Majelis hakim menilai hal ini sebagai pertimbangan yang meringankan, selain fakta bahwa terdakwa selama ini dikenal memiliki disiplin dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas di wilayah binaannya.
"Terdakwa tidak pernah memiliki catatan pelanggaran sebelumnya. Ia bertindak dalam situasi genting demi mencegah tawuran yang bisa menimbulkan korban lebih banyak. Karena itu, hukuman yang dijatuhkan bersifat mendidik, bukan menghukum berlebihan," ujar Kolonel Rony.
Pelajaran Bagi Aparat di Lapangan
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh aparat TNI dan Polri yang bertugas di lapangan agar senantiasa berhati-hati dan mengedepankan keselamatan warga saat menangani situasi sosial yang berpotensi ricuh.
Meskipun berakhir dengan duka, majelis hakim menilai langkah Sertu Riza Pahlivi saat itu dilakukan dengan niat baik dan tanggung jawab, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menciptakan ketertiban umum.( Rez)
POSMETRO MEDAN, Medan Kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan jajaran Kecamatan Medan Baru melalui kegiatan Tali Asih yang dilak
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Sehari setelah menggelar aksi menyampaikan pendapat di muka umum di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Suasana Halaman Masjid Al Ikhlas, Jalan Raharja, Lingkungan 12, Pondok Batuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Meda
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang RSUD Drs. H. Amri Tambunan menyampaikan tanggapan terkait pemberitaan mengenai keluhan pasien yang memperta
Sumut 17 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan syukuran dan doa bersama anak yatim yang d
Sumut 19 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I Kabu
Sumut 20 jam lalu
Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Sumut 21 jam lalu
Kapolsek Tigapanah Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Warga Desa Tongging.
Sumut 22 jam lalu
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 22 jam lalu
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
Sumut 22 jam lalu