Sementara Rektor UINSU Prof Dr Nurhayati M Ag dalam sambutannya mengatakan, seminar ini dihadiri 1.000 peserta dari dalam dan luar negeri.
Acara yang digelar selama dua hari ini juga melibatkan akademisi, ulama, peneliti, tokoh masyarakat, hingga perwakilan diplomatik dari beberapa negara.
Baca Juga:
Dikatakan Prof Nurhayati, sejumlah tokoh nasional yang hadir antara lain Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono ; Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr H Nasaruddin Umar MA ; Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution serta Head of Mission Konsulat Malaysia Shahril Nizam Abdul Malek.
Rektor UIN Sumatera Utara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para pejabat nasional dan tamu internasional yang berpartisipasi dalam forum strategis tersebut.
Baca Juga:
Dijelaskan Prof Nurhayati, kekinian percaturan dunia menuntut kolaborasi lintas sektor dan lintas budaya untuk merespons tantangan geopolitik, kemiskinan, fragmentasi sosial, serta disrupsi digital.
"Dunia Melayu-Islam memiliki modal besar berupa warisan budaya yang kaya, nilai keagamaan universal rahmatan lil'alamin, dan didukung populasi amat signifikan di Asia Tenggara dan lintas benua, serta jejaring pendidikan dan riset yang makin berkembang," sebut Prof Nurhayati
Konvensi DMDI yang digelar di Jakarta serta forum-forum seperti AICIS+ 2025, kata Prof Nurhayati, tampil sebagai "titik balik" peradaban, di mana Islam dan Melayu bersatu sebagai kekuatan moral, intelektual dan inovasi keilmuan yang berorientasi pada keadilan sosial serta kemajuan teknologi.
Di era multipolar dan transformasi global, dunia Melayu Islam, kata Prof Nurhayati, menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk menciptakan tatanan dunia yang berkelanjutan dan harmonis. Di sinilah peran Perguruan Tinggi Islam (PTKI) menjadi semakin vital dan strategis. PTKI di Indonesia dan kawasan Melayu Islam wajib mengambil bagian aktif dalam, tandas Prof Nurhayati.
"Kami percaya, melalui forum ini, kita dapat mendorong lahirnya gagasan strategis, menginspirasi kerja sama internasional, dan meneguhkan komitmen bersama untuk menjadikan dunia Melayu Islam sebagai poros peradaban yang maju, damai, dan berkeadilan," tandas Prof Nurhayati.
Terkait pemerintahan Presiden Prabowo, Prof Nurhayati sepakat jika kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperkuat soliditas kawasan, memperjuangkan perdamaian dan keadilan global, serta mendukung tatanan dunia baru bagi dunia Melayu-Islam, menjadi pijakan utama strategi pembangunan multi poros yang inklusif dan berkelanjutan.
Tags
beritaTerkait
komentar