Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
Dukung Pembentukan Karakter Generasi Muda, Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
Sumut 30 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-
Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Drs. Safwan Khayat, MM, angkat bicara terkait berbagai persoalan yang muncul dalam proses penanganan dan penyaluran bantuan pascabanjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Ia menyoroti masih adanya sejumlah kendala di lapangan yang membuat bantuan tidak tersalurkan dengan maksimal kepada warga terdampak.
Safwan menilai, beberapa daerah yang terdampak banjir justru mengalami hambatan tambahan akibat maraknya dugaan pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di jalur-jalur distribusi bantuan. Menurutnya, kondisi ini sangat merugikan masyarakat yang sedang berada dalam situasi darurat.
"Banyak laporan dari warga bahwa ada titik-titik tertentu yang meminta sejumlah uang untuk bisa melintas. Ini tidak boleh terjadi, apalagi di tengah bencana. Bantuan harus sampai ke masyarakat tanpa hambatan," tegas Safwan saat ditemui dikediamannya, Kamis ( 4/12/2025).
Ia juga mempertanyakan kurangnya pengawalan aparat di beberapa lokasi rawan yang sebelumnya sempat viral karena adanya aksi penghadangan dan percobaan penjarahan bantuan.
"Seharusnya ada pengawalan ketat di jalur distribusi, terutama di daerah-daerah yang sudah diketahui rawan. Jangan sampai kejadian penjarahan terulang. Masyarakat sedang susah, jangan ditambah dengan tindakan-tindakan yang merugikan," ujarnya.
Untuk itu, Safwan Khayat meminta Kapolda Sumatera Utara agar turun langsung memantau dan mengendalikan situasi di titik-titik rawan tersebut. Ia berharap aparat dapat bergerak cepat, melakukan pengamanan, serta memastikan bahwa seluruh bantuan pemerintah maupun masyarakat dapat sampai ke lokasi tujuan tanpa hambatan.
"Penanganan bencana ini bukan hanya soal logistik, tapi juga soal keamanan. Kita berharap Kapolda Sumut dapat memberikan atensi serius agar distribusi bantuan benar-benar aman dan lancar," tambahnya.
Safwan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta bekerja sama menjaga situasi kondusif di tengah proses pemulihan pascabanjir.
Dengan meningkatnya perhatian tokoh masyarakat dan dorongan agar aparat menindak tegas oknum-oknum yang mempersulit warga, diharapkan penyaluran bantuan ke wilayah terdampak banjir di Sumatera Utara dapat berjalan lebih baik dalam beberapa hari ke depan.(Rez)
Dukung Pembentukan Karakter Generasi Muda, Pemkab Buka Festival Drumband Piala Bupati Taput
Sumut 30 menit lalu
Jelang HUT RI, PWPM Datang Membawa Pesan Wartawan Senior Tak Boleh Dilupakan.
Medan 35 menit lalu
Wali Kota Sibolga Buka Turnamen Sepak Bola Gebyar Kemerdekaan, Pererat Sinergi Forkopimda.
Sumut 48 menit lalu
Pemprov Sumut Tegaskan ProbisUHC, Warga Cukup Tunjukkan KTP untuk Berobat.
Sumut 51 menit lalu
Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
Sumut 55 menit lalu
Tiga Pekerja DLH Kota Tanjungbalai Tersengat Listrik Tegangan Menengah Saat Pasang Bendera di Tugu Segitiga.
Peristiwa 58 menit lalu
Bea Cukai Jayapura Gagalkan Pengiriman 16.000 Batang Rokok Ilegal Melalui Layanan Pos
Inter-Nasional satu jam lalu
Kadis SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi Tinjau Pasar Petisah, Dorong Penataan Trotoar Dan Infrastruktur Pendukung.
Medan satu jam lalu
Dana desa diduga jadi pemicu ratusan warga membakar tujuh kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Peristiwa satu jam lalu
Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu mengamankan FR (46), seorang residivis kasus narkotika, di Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.
Sumut satu jam lalu