Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan -
Peristiwa pembunuhan ibu kandung oleh anak keduanyaL yang masih berusia 12 tahun di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (10/12/2025) lalu, masih menyisakan banyak tanda tanya.
Bukan sedikit warga yang tidak percaya bahwa sang anak tega dan mampu melakukan pembunuhan terhadap ibunya dengan sekitar 20 tusukan.
Warga sekitar yang mengenal keluarga tersebut mengaku hubungan keduanya tampak akrab. Namun, mereka membenarkan bahwa sang anak memiliki sifat introvert dan jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar rumahnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius, apakah anak seusia itu mampu melakukan tindakan ekstrem, dan apakah sifat introvert meningkatkan risiko perilaku agresif? Meski motif sebenarnya masih didalami pihak kepolisian, sempat beredar informasi sebelum peristiwa itu terjadi, sempat ada teguran sang ibu terhadap anak pertamanya. Situasi tersebut diduga turut memicu ketegangan emosional di dalam rumah.
Menanggapi hal ini, pengamat sosial Sumatera Utara, Dr. Agus Suriadi, M.Si, mengatakan bahwa perilaku ekstrem pada anak tidak bisa dilepaskan dari kombinasi faktor psikologis dan lingkungan sosial. Anak yang introvert dan minim interaksi sosial berisiko memendam emosi yang tidak tersalurkan, yang jika tidak dikelola dengan baik, bisa berkembang menjadi tindakan agresif atau menyimpang.
Agus yang juga Ketua Prodi Kesejahteraan FISIP USU itu menilai lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak, terutama anak dengan kecenderungan introvert.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung keterbukaan, komunikasi, dan interaksi sosial umumnya lebih mampu menyalurkan emosi serta beradaptasi dengan situasi di sekitarnya. Sebaliknya, lingkungan yang minim dukungan atau terlalu menekan dapat memperkuat sifat tertutup, membuat anak merasa tidak aman untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya.
Sifat introvert yang tidak diimbangi dengan ruang ekspresi yang sehat berpotensi menyebabkan penumpukan emosi. Anak-anak yang jarang berinteraksi dan tidak memiliki saluran komunikasi yang memadai cenderung memendam perasaan seperti marah, sedih, atau frustrasi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berkembang menjadi kecemasan, depresi, bahkan ledakan emosi yang tidak terkontrol.
Dalam konteks keluarga, keberadaan ruang komunikasi yang aman menjadi faktor kunci. Keluarga yang mampu menciptakan suasana terbuka akan membantu anak pendiam merasa didengar dan dipahami.
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 9 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 9 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 9 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 9 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 10 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 11 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 12 jam lalu