Kapolres Humbahas Turun Langsung Beri Edukasi ke Pengguna Jalan
Di depan Mako, Kapolres Humbahas turun langsung beri edukasi ke pengguna jalan.
Sumut 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Sebagaimana lazimnya setiap wisuda, Prof Dr. Syawal Gultom, M.Pd selalu menyampaikan orasi ilmiahnya. Pada wisuda periode Mai 2025 atau Rabu dan Kamis (21-22/5-2025) Prof Syawal berorasi dengan tajuk perubahan zaman, disrupsi teknologi dan tantangan masa depan lulusan perguruan tinggi.
Dengan gaya tutur yang lugas namun penuh makna, Prof. Syawal yang juga Ketua Senat Universitas Negeri Medan ini mengajak para lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah menerima ijazah. “Wisuda hari ini bukanlah akhir dari belajar, melainkan awal dari proses pembelajaran yang sesungguhnya,” tegasnya.
Prof. Syawal memetakan tiga jalur utama yang mungkin dipilih lulusan yaitu: menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), bekerja di dunia industri dan perusahaan, atau merintis usaha sendiri. Ketiganya mulia, katanya, namun apapun pilihannya, semua membutuhkan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin terdampak oleh otomasi dan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga:
Merujuk laporan World Economic Forum, Prof. Syawal menyampaikan bahwa 85 juta pekerjaan di dunia, termasuk Indonesia, terancam digantikan oleh otomasi.
Di beberapa negara seperti Tiongkok, Thailand, hingga Malaysia, perpindahan pekerjaan ke sistem otomatis bahkan telah menyentuh angka 70% lebih. Maka, lulusan tak boleh hanya mengandalkan ijazah, tapi juga harus membekali diri dengan keterampilan digital dan karakter pembelajar sepanjang hayat, ucap Tokoh Pendidikan Nasional ini.
Baca Juga:
“Apapun latar belakang pendidikan anda, bahasa, sosial, teknik, ekonomi itu semua bisa relevan di era AI, asalkan anda mau belajar,” ujarnya. Prof. Syawal menyebutkan empat sektor unggulan yang paling potensial ke depan, seperti teknologi informasi, e-commerce, energi terbarukan, dan ekonomi kreatif.
Lebih jauh, Prof. Syawal merinci 20 jenis pekerjaan masa depan yang menuntut kompetensi digital dan strategi personal yang kuat, mulai dari data analyst, AI specialist, hingga digital marketing dan cybersecurity. Namun, menurut Prof. Syawal, memiliki keterampilan saja tidak cukup. Strategi adalah kunci membedakan lulusan biasa dan lulusan yang berhasil.
Strategi itu mencakup membangun jejaring, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mengembangkan daya juang, dan memperluas cakrawala pengetahuan lintas disiplin. Prof. Syawal menekankan pentingnya diversifikasi kompetensi, bahkan bagi lulusan dari bidang non-teknis seperti bahasa dan pendidikan.
Dalam orasinya, Prof. Syawal juga memberikan inspirasi dari tokoh-tokoh dunia seperti Michael Faraday, Thomas Alva Edison, pendiri WhatsApp Jan Koum, dan pendiri Tokopedia William Tanuwijaya anak Siantar. Keempat tokoh ini menempuh jalan berbeda, namun memiliki kesamaan utama yakni semangat belajar tanpa henti dan tidak mudah menyerah.
Mengutip filsuf klasik, Prof. Syawal menutup orasinya dengan kalimat penuh makna:
“A lifelong learner is a lifelong winner.” Itulah pesan kuat bagi para wisudawan UNIMED supaya belajarlah terus, karena hanya dengan belajar, kalian akan menang menghadapi perubahan zaman, tutupnya.(rel/mak)
Di depan Mako, Kapolres Humbahas turun langsung beri edukasi ke pengguna jalan.
Sumut 7 menit lalu
Polantas Tapteng Kedepankan Pendekatan Humanis di Operasi Patuh Toba 2026.
Sumut 22 menit lalu
Wali Kota Siantar Wesly Silalahi Hadiri Penutupan Open Turnamen Voli Antar Klub seSumatera dan Turnamen Voli Antar Pelajar SMA seSumut.
Sport 37 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Keinginan Anjar untuk kembali bersekolah akhirnya terwujud. Setelah hampir setahun berhenti belajar karena keterba
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Rumah berdinding tepas milik Rahmi Fadilah, seorang buruh cuci di Desa Dalu XA, Kecamatan Tanjung Morawa
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDANPolemik isu dugaan paksaan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimed membayar dan mengikuti Seminar Internasional I
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah perwira tinggi Polri dikabarkan ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mabes Polri buka suara ter
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDANHampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny
Editorial 10 jam lalu
POSMETRO MEDANTak hanya menggambarkan risiko maut plus jerat hukum, adagium polisi bekerja dengan kaki di atas kuburan dan penjara sejati
Medan 12 jam lalu