Minggu, 29 Maret 2026
Ratakan Jermal dari Narkoba dan Judi, Misi Kemanusiaan Jean Calvijn Simanjuntak

Negara Tidak Kalah!

Faliruddin Lubis - Jumat, 16 Januari 2026 11:25 WIB
Negara Tidak Kalah!
IST
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memimpin penggerebekan di jantung kawasan Jermal, Sabtu (10/1/2026).

Sejak penggerebekan pertama di akhir 2025, pamor Jermal 15 sebagai pusat narkoba yang menyeramkan, mulai pudar. Polri tampaknya sudah bertekad menyapu bersih kawasan kejahatan terorganisir itu hingga tidak bisa tumbuh lagi.

Kota Medan dan sekitarnya memang sering mengalami gelombang pasang surut dalam bisnis gelap narkoba dan perjudian. Kisah Kampung Kubur, misalnya. Pusat perdagangan benda haram di Kelurahan Petisah Tengah ini telah dikenal bertahun-tahun, dan citra tempat itu seolah-olah tidak akan mungkin berubah.

Baca Juga:

Bisnis narkoba bahkan telah menyebabkan tumbuhnya bisnis pendukung yang dikerjakan masyarakat sekitarnya, sehingga persoalan hukumnya juga sudah bertemali dengan masalah sosial yang lebih rumit lagi.

Kampung Kubur lahir pada kisaran tahun 1873 saat perkebunan tembakau deli dibuka. Rombongan pertama etnik Tamil yang tiba di Medan tercatat sebanyak 25 orang, dipekerjakan oleh Jacob Nienhuys, seorang pengusaha dari Belanda.

Baca Juga:

Seiring dengan perkembangan perkebunan tembakau dan bertambahnya kebutuhan tenaga kerja, orang-orang Tamil dari India Selatan datang menyusul dan menetap di Kampung Madras. Orang tempatan menjuluki tempat ini sebagai Kampung Keling.

Kampung Kubur sendiri merupakan bagian dari Kampung Madras yang dihuni oleh warga India Muslim etnis Tamil. Dinamakan Kampung Kubur, karena di sana terdapat area pekuburan Melayu lama. Tepatnya di belakang Masjid Gaudiyah, yang diwakafkan Sultan Deli untuk warga muslim India Selatan.

Setelah era kemerdekaan, Kampung Kubur berkembang menjadi kawasan padat dan kumuh. Kemiskinan sosial menjadikan lokasi ini sebagai tempat yang subur untuk peredaran narkoba. Sebagian masyarakat menjadikannya sebagai mata pencaharian dan menghidupi keluarga dari transaksi illegal.

Tapi era itu juga telah berakhir, yang kemudian disusul oleh kabar runtuhnya barak-barak narkoba dan perjudian di Binjai dan sekitarnya yang sempat menimbulkan persoalan sosial dan politik. Kini Kampung Kubur telah berubah menjadi "Kampung Sejahtera".

Kisah inspiratif ini telah menjadi model intervensi hukum dan sosial yang sangat menarik perhatian banyak pihak. Sebab ia telah membuktikan, bahwa ketika negara hadir, masalah sepelik apapun dapat diatasi dengan baik.

Jean Calvijn mengatakan, penggerebekan dan pembersihan Jermal 15 pun tidak akan berhenti pada tindakan penegakan hukum saja. Kawasan ini akan diubah secara simultan melalui berbagai pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, hingga citranya nanti berubah total menjadi kawasan yang lebih "terang" dan menjadi pemukiman yang nyaman bagi masyarakat secara normal.

Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Gelar Apel Sabuk dan Kentongan Kamtibmas, Dirangkai Halal Bihalal Idul Fitri 1477 H
Cowok Cewek Kena Ciduk Ngedar Ekstasi Tengkorak
Bhabinkamtibmas Polsek Besitang Sambangi Warga Desa Halaban, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bahaya Narkoba
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi di Perairan Asahan
Zakiyuddin Harahap Sambut Hangat Tamu Halalbihalal, Pererat Silaturahmi di Kota Medan
Pelaku Terinspirasi Karena Sering Nonton Film Bokef
komentar
beritaTerbaru