Pemko Medan mengajak warga memasuki Ramadan dengan hati bersih, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Ketua Panitia, Drs. H. Rivai Nasution, dalam laporannya menyampaikan bahwa perencanaan festival telah melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Respons positif masyarakat menjadi dorongan utama terlaksananya kegiatan ini.
Baca Juga:
Menurut Rivai, Festival Salawat tidak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga membangun ruang perjumpaan antara jemaah, masyarakat, dan unsur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia berharap kegiatan ini dapat digelar secara berkelanjutan dan masuk sebagai agenda tahunan Kota Medan.
"Festival ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya memuliakan Rasulullah SAW dan memperkuat silaturahmi antarwarga," ujar Rivai.
Baca Juga:
Dukungan juga datang dari sektor perbankan syariah. Perwakilan Bank CIMB Niaga Syariah Cabang Ring Road, Syaufi Nasution, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung syiar Islam dan pengembangan ekonomi syariah.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga turut memberikan santunan kepada 100 anak yatim.
Menurut Syaufi, literasi dan penguatan ekonomi syariah perlu terus didorong agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kolaborasi seperti dalam Festival Salawat ini dinilai menjadi momentum memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Selain gelaran salawat, festival ini dirangkai berbagai perlombaan yang berlangsung selama dua hari.
Panitia berharap seluruh kegiatan berjalan lancar dan dapat mempererat hubungan antarjemaah dari berbagai kecamatan di Kota Medan.
Festival Gebyar Salawat tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi syiar menjelang Ramadan, tetapi juga memperkukuh nilai religius, kebersamaan sosial, dan semangat masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan. (ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar