AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI di Medan, Sinergi Pusat-Daerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI Di Medan, Sinergi PusatDaerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh.
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan — Skema investasi tak masuk akal kembali memakan korban. Bermodal janji fantastis mengubah Rp16 juta menjadi Rp160 miliar, sindikat penipuan berkedok investasi diduga menjerat puluhan warga di Kota Medan.
Kasus ini mencuat setelah laporan resmi teregister dalam LP/B/64/II/2026/SPKT/Polsek Medan Timur/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara, tertanggal 15 Februari 2026 pukul 02.18 WIB.
Korban, Malkeet Singh (32), melaporkan dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Baca Juga:
Janji Uang "Langit", Realita Nol Rupiah
Peristiwa bermula pada Rabu, 31 Agustus 2022, di Jalan Ampera Raya No.20, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur. Terlapor berinisial Sarwono bersama rekannya Zamzami mendatangi rumah nenek korban.
Baca Juga:
Di sana, korban dibujuk untuk menyerahkan dana Rp16 juta dengan dalih sebagai biaya pencairan transaksi jual beli "samurai". Iming-imingnya bukan sekadar keuntungan biasa — korban dijanjikan pengembalian hingga Rp160 miliar pada 31 Agustus 2025.
Janji tersebut kini terbukti hampa. Hingga tenggat yang disebutkan, bukan hanya keuntungan yang tak cair, modal awal pun tak kembali.
Merasa dipermainkan, korban melapor ke Polsek Medan Timur untuk menempuh jalur hukum.
Logo Negara Dicatut, Dokumen Diduga Dipalsukan
Dalam pengembangan kasus, aparat Polrestabes Medan melalui jajaran Polsek Medan Timur mengamankan lima orang terduga pelaku.

Modus yang digunakan bukan kaleng-kaleng. Para pelaku diduga memalsukan dokumen dan mencatut logo instansi resmi untuk membangun kepercayaan korban.
Beberapa lembaga yang logonya diduga disalahgunakan antara lain:
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
Bank Central Asia
Bank Indonesia
Dengan tampilan dokumen yang terlihat resmi, korban diyakinkan bahwa dana investasi sedang dalam proses pencairan bernilai fantastis.
Sumber di lapangan menyebut jumlah korban bukan satu dua orang. Puluhan warga diduga telah menyetor dana dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Skema klasik dengan janji "uang besar dalam waktu singkat" kembali memakan korban. Ironisnya, iming-iming keuntungan 10.000 kali lipat dari modal tetap saja dipercaya.
Kini para korban mendesak aparat penegak hukum untuk:
Mengusut tuntas jaringan pelaku
Membuka kemungkinan adanya aktor intelektual di balik layar
Menjamin pengembalian kerugian korban
Penyidik masih mendalami apakah sindikat ini berdiri sendiri atau bagian dari jaringan penipuan lintas daerah. Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat: ketika angka keuntungan terdengar terlalu mustahil, besar kemungkinan itu memang mustahil.(REZ)
AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI Di Medan, Sinergi PusatDaerah Diperkuat Untuk Wujudkan Kota Tangguh.
Medan 11 menit lalu
Drama VAR! Portugal Singkirkan Kroasia, 3 Gol Dianulir dan Penalti Ronaldo Tuai Polemik.
Sport 20 menit lalu
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 10 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 10 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 11 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 11 jam lalu
Business Summit IndonesiaKorea Selatan Disiapkan, Danau Toba Jadi Pintu Masuk Kerja Sama.
Sumut 12 jam lalu
Polres Dairi mengaku siap mewujudkan Polri yang semakin humanis dan profesional untuk melayani masyarakat.
Sumut 12 jam lalu
2 Pria Disebut Maling Dilakban Jadi Teletubbies, Ternyata Konten Kreator Lagi Challenge.
Peristiwa 12 jam lalu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan jumlah geosite di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertambah dari 16 menjadi 40.
Sumut 12 jam lalu