Ketua Umum KONI Sumut yang baru, Hatunggal Siregar, menyampaikan adanya perubahan dalam struktur kepengurusan. Salah satunya adalah penambahan bidang sarana dan prasarana (sarpras) untuk memastikan optimalisasi fasilitas olahraga di Sumut.
"Ini bukan sekadar tambal sulam struktur. Ini amanah langsung untuk memastikan stadion, gelanggang, dan fasilitas lainnya tidak menjadi besi tua," jelas Hatunggal.
Baca Juga:
Sebanyak 55 pengurus resmi dilantik, termasuk Bambang K Wahono (Waketum I), Albadi Sinulingga (Waketum II), Irwan Pulungan (Waketum III), M. Syahrir (Waketum IV), Syahrial A. Pulungan (Sekum), dan M. Husaini Almubayyin (Bendum).
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa keberhasilan KONI di daerah sangat bergantung pada komitmen kepala daerah.
Baca Juga:
"Tanpa dukungan gubernur, bupati, dan wali kota, KONI tidak bisa berbuat banyak. Kita butuh komitmen nyata, bukan sekadar seremoni pelantikan," tegasnya.
Acara pelantikan dihadiri oleh unsur Forkopimda, bupati/wali kota, pengurus cabang olahraga se-Sumut, dan perwakilan OPD terkait. Namun, di balik kemeriahan acara, tugas besar telah menanti: regenerasi atlet, peningkatan fasilitas, industrialisasi olahraga, hingga peran aktif dalam memberantas narkoba.
Kini, Sumut menatap ke depan: akankah pelantikan ini menjadi titik balik emas, atau sekadar satu episode dalam rangkaian stagnasi olahraga daerah? (ERN)
Tags
beritaTerkait
komentar