Rico Waas Ingatkan MMB: Legalitas Wajib, Peran Jelas dan Jadi Pemersatu
POSMETRO MEDAN, Medan Langkah penguatan organisasi masyarakat kembali disorot Pemko Medan saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas me
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Bertugas di Kota Medan kerap digambarkan seperti dua sisi kontras. Di satu pihak tentu saja sebuah bukti seseorang dianggap layak mengemban kepercayaan besar. Pada saat yang sama, ia juga sebuah ujian yang tidak main-main.
Ketika dipercaya memimpin Polrestabes Medan, Oktober 2025 lalu, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., sadar betul bahwa yang ditaruh di pundaknya tidak hanya tanda pangkat dan jabatan, tetapi juga ekspektasi publik.
Medan sama sekali bukan kota asing baginya. Punya pengalaman bertugas cukup lama di sini membuatnya sangat paham situasi dan tantangan apa yang akan dihadapinya.
Baca Juga:
Dia tahu, Medan dengan segala problematika kriminalitasnya tidak membutuhkan komandan polisi yang nyaman berada di balik meja. Selain harus berpikir dan bertindak strategis di level kepemimpinan, dia juga harus selalu siap dan cermat mengawasi sampai ke tingkat paling teknis.
Bagi Kombes Calvijn, kepercayaan adalah mandat yang harus diterjemahkan menjadi dampak. Pada beberapa kesempatan dia kerap mengatakan bahwa tugas dan keinginannya adalah menjadi "garam dan terang", dalam arti memberi manfaat dan dampak di mana pun ia diberi kepercayaan oleh pimpinan. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya menuntut keberanian: garam harus siap larut, terang harus selalu terlihat.
Baca Juga:
Sekali lagi, Medan dengan kompleksitas sosialnya, memberi panggung sekaligus ujian. Penertiban Kampung Jermal menjadi salah satu langkah yang memperlihatkan bagaimana ia membaca masalah bukan hanya sebagai pelanggaran hukum, tetapi sebagai simpul sosial yang harus diurai.
Operasi itu bukan hanya pembongkaran ruang fisik, melainkan upaya memulihkan kepercayaan publik dari lingkaran kartel yang telah lama mengakar. Ada resistensi, ada sorotan, ada risiko. Namun ia memilih maju, dengan keyakinan bahwa negara harus hadir, hukum harus tegak secara nyata, bukan hanya sebagai wacana.
Di sisi lain, publik juga melihat bagaimana Polrestabes Medan bergerak cepat dalam sejumlah kasus besar yang menyita perhatian. Pembakaran rumah hakim, misalnya, bukan hanya perkara kriminal biasa, tetapi sesuatu yang jika tidak segera diungkap dengan tuntas, akan bergulir menjadi asumsi dan prasangka (prejudice) publik yang berbahaya.
Penanganan yang intens dan berlapis menunjukkan bahwa pesan yang ingin dibangun sederhana: tidak ada ruang bagi intimidasi terhadap tegaknya keadilan. Kapolrestabes beserta jajarannya sadar betul bahwa masyarakat menunggu pengungkapan kasus ini dengan terang benderang, sebelum bola salju asumsi bergulir makin liar.
Begitu pula kasus tragis seorang anak perempuan yang membunuh ibunya, peristiwa yang mengguncang nurani publik. Penanganannya tidak berhenti pada pengungkapan pelaku, tetapi juga membuka percakapan lebih luas tentang dinamika keluarga, tekanan sosial, dan tragedi yang lahir dari ruang domestik. Dalam kasus-kasus semacam ini, polisi tidak hanya bekerja dengan hukum, tetapi juga dengan sensitivitas.
Ada pula berbagai pengungkapan kasus menonjol lainnya yang menuntut ketegasan dam ketelitian, sekaligus kecepatan. Pola kerjanya tampak konsisten: cepat, terukur, dan berusaha menjawab kegelisahan publik. Dalam lanskap kota besar, kecepatan sering kali menjadi resep dasar hadirnya kepercayaan.
Namun mungkin yang paling menarik dari gaya kepemimpinannya adalah dorongan untuk meninggalkan jejak, tidak sekadar menjalankan rutinitas. Ia tampak memahami bahwa setiap wilayah memiliki cerita sendiri, dan setiap penugasan adalah kesempatan untuk memperbaiki sesuatu. Ada semacam kegelisahan yang menjadi motivasi dalam dirinya: keinginan untuk tidak sekadar hadir, tetapi memberi arti.
Dalam banyak kesempatan, ia memilih turun langsung, melihat situasi tanpa jarak, bahkan jika dibutuhkan, terlibat langsung dalam pengaturan lalu lintas di titik-titik kemacetan. Bukan demi memoles citra di mata publik tetapi karena ia percaya keputusan terbaik lahir dari kedekatan dengan kenyataan.
Dari jalanan yang padat, dari keluhan dan curhat warga, dari laporan yang datang tanpa jeda. Di sana, kerja kepolisian menjadi lebih dari sekadar prosedur, tetapi yang paling penting menjadi bentuk respons dan tanggung jawab.
Kombes Calvijn dikenal sebagai orang yang selalu menggunakan waktu sebagai tolok ukur. Dia tidak ingin ada satu hari pun berlalu tanpa dampak. Demikian pula ulang tahun, yang bagi sebagian orang mungkin sekadar penanda usia. Akan tetapi, bagi seorang perwira yang hidup dalam ritme tugas, ia lebih menyerupai jeda singkat untuk melihat dan menghitung kembali perjalanan, tentu saja dalam bingkai rasa syukur.
Apa yang sudah dilakukan, dan apa yang masih harus diperjuangkan. Dalam perjalanan itu, Kombes Calvijn tampaknya memilih satu prinsip sederhana: bekerja keras di mana pun ditempatkan, dan memastikan kepercayaan dan tugas dari pimpinan tidak berhenti sebagai formalitas atau tour of duty semata.
Menjadi garam dan terang, tekadnya. Garam mungkin tidak selalu terlihat, tetapi jelas terasa. Terang memang tidak bersuara, tetapi ia menunjukkan arah. Di kota yang penuh dinamika seperti Medan, mungkin itulah metafora yang paling pas, bahwa kepemimpinan tidak selalu harus riuh, tetapi harus berdampak.
Selamat Ulang Tahun, Bapak Kapolrestabes Medan. (Toga Nainggolan)
POSMETRO MEDAN, Medan Langkah penguatan organisasi masyarakat kembali disorot Pemko Medan saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas me
Medan satu jam lalu
Posmetro Medan, Medan Dukungan terhadap penguatan sarana keagamaan kembali ditunjukkan Pemko Medan melalui rencana peresmian Gedung Karya P
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Lurah Beringin Irwansyah SH.MM mengatur lalulintas Di seputaran Jalan Saudara ,kecamatan Medan Selayang, Senin (13 /
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Sebuah pemandangan memuakkan sekaligus mencoreng martabat instansi pemerintahan terjadi di Kantor Imigrasi U
Sumut 2 jam lalu
Wali Kota Dukung Wakil Kota Medan Rifani Putri Azani Lubis Menuju Grand Final Miss Hijab Sumut 2026.
Medan 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas, mendorong keterlibatan
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad), Sabtu 18 April 2026 mendatang akan mengadakan acara Diskusi dan Doa untuk mempe
Medan 3 jam lalu
Bertugas di Medan kerap digambarkan seperti dua sisi kontras. Di satu pihak tentu saja sebuah bukti seseorang layak mengemban kepercayaan.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Sebanyak 16 orang mahasiswa diduga melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap mahasiswi Fakultas Hukum Universi
Inter-Nasional 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Rapat penyusunan laporan PPG Guru Madrasah Mata Pelajaran Umum Batch 4 K
Medan 7 jam lalu