Selasa, 05 Mei 2026
Lewat Seni, FJPI Suarakan Kebebasan Pers di Hari Kebebasan Pers Dunia

FJPI Jadikan Hari Kebebasan Pers Panggung Serukan Kebebasan Pers yang Semakin Dipersempit

Evi Tanjung - Selasa, 05 Mei 2026 15:38 WIB
FJPI Jadikan Hari Kebebasan Pers Panggung Serukan Kebebasan Pers yang Semakin Dipersempit
ist
Semarak Budaya bertema 'Dari Ruang Redaksi ke Panggung Teater: Merawat Kebebasan Pers Lewat Seni' yang digelar di Taman Budaya Medan,Selasa ( 5/5/2026) sekaligus sebagai refleksi peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia.

POSMETRO MEDAN, Medan - Melalui gelaran Semarak Budaya, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menyuarakan kebebasan pers yang saat ini semakin dipersempit dengan berbagai jerat regulasi. Para insan pers diajak untuk berinovasi dalam ruang kreatif, menciptakan konsep performance journalism sehingga dapat menyuarakan fakta dengan berbagai medium.

Acara Semarak Budaya bertema 'Dari Ruang Redaksi ke Panggung Teater: Merawat Kebebasan Pers Lewat Seni' yang digelar di Taman Budaya Medan,Selasa ( 5/5/2026) sekaligus sebagai refleksi peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Ketua Umum FJPI Khairiah Lubis dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi insan pers di tengah menurunnya indeks kebebasan pers di Indonesia.

Dalam tiga tahun terakhir, peringkat kebebasan pers Indonesia dari data Reporter Without Borders (RSF), mengalami penurunan dari posisi 108 pada 2023 menjadi 129 pada 2026 dari total 180 negara. Kondisi ini juga diwarnai dengan meningkatnya ancaman dan teror terhadap jurnalis, termasuk jurnalis perempuan.

"Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua untuk melihat sejauh mana kebebasan berekspresi dapat dijalankan tanpa tekanan dan tanpa praktik self-censorship," ujarnya.

FJPI mencoba menghadirkan alternatif penyampaian informasi melalui seni dan budaya, salah satunya teater. Pendekatan ini dinilai mampu menyampaikan pesan jurnalistik secara lebih kreatif, menyentuh emosi, sekaligus menjadi sarana edukasi yang hidup bagi masyarakat.

Sejak 2024, FJPI telah mengembangkan konsep ini, termasuk mengangkat isu beban ganda jurnalis perempuan. Pada Maret 2026, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, FJPI juga menggelar pementasan teater bertema bencana yang hasil penjualan tiketnya disalurkan untuk membantu masyarakat di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

Khairiah juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Sofyan Tan atas dukungan yang konsisten terhadap kegiatan FJPI, termasuk dalam terselenggaranya kegiatan Semarak Budaya.

"Terima kasih kepada Bapak Sofyan Tan yang telah memberikan kesempatan dan dukungan penuh terhadap kegiatan Semarak Budaya ini. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus bergerak menghadirkan ruang-ruang kreatif bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan," ujar Khairiah.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru