Sementara itu, Sofyan Tan, Anggota Komisi X DPR RI menyampaikan pentingnya peran pendidikan dalam mengubah kondisi sosial masyarakat, termasuk mengentaskan kemiskinan.
"Saya memang seorang dokter, tetapi ingin berjuang mengubah manusia dari kemiskinan melalui pendidikan," ujarnya.
Baca Juga:
Ia juga mengapresiasi penampilan pembacaan puisi oleh seniman muda Rindy Riyani dan fotografer Mafa Yulie, pada pembukaan acara. Sofyan Tan secara langsung menawarkan kesempatan kepada Rindy untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Setya Bhinneka melalui program beasiswa KIP.
Kesempatan sama, Ketua Medan Teater Tronik, Hafiz Taadi, turut menyoroti kesamaan antara dunia teater dan jurnalistik.
Baca Juga:
Ia menyebut keduanya memiliki "dua mata pisau" sebagai alat untuk membedah realitas.
"Dunia teater dan dunia jurnalis sama-sama memiliki pisau bedah untuk mengupas realitas, hanya cara penyampaiannya yang berbeda," ungkapnya.
Ketua FJPI Sumut, Khairunnisak Lubis, turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Semarak Budaya yang digagas FJPI Pusat dan melibatkan FJPI Sumut sebagai peserta acara.
Menurutnya kolaborasi lintas pihak yang menghadirkan ruang ekspresi sekaligus ruang belajar bagi masyarakat, khususnya perempuan jurnalis dan pegiat literasi budaya memang harus terus ditingkatkan.
"Semarak Budaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk merawat ingatan kolektif, memperkuat identitas budaya, sekaligus mendorong jurnalis perempuan agar lebih peka dan produktif dalam mengangkat isu-isu kebudayaan," ujar Khairunnisak.(rel)
Tags
beritaTerkait
komentar