Senin, 11 Mei 2026

Deli Art Community Gelar Diskusi Perempuan dan Spiritualitas

Faliruddin Lubis - Senin, 11 Mei 2026 15:38 WIB
Deli Art Community Gelar Diskusi Perempuan dan Spiritualitas
IST/Daram
Diskusi mendalam bertajuk "Perempuan dan Spiritualitas" yang digelar oleh Deli Art Community (DAC) di Sekretariat DAC, Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, pada Jumat (1/5/2026) sore.

POSMETRO MEDAN,Medan – Spiritualitas bukan lagi sekadar urusan privat di ruang sunyi, melainkan dimensi krusial yang berhubungan erat dengan peran sosial dan profesional perempuan.

Hal ini menjadi inti bahasan dalam diskusi mendalam bertajuk "Perempuan dan Spiritualitas" yang digelar oleh Deli Art Community (DAC) di Sekretariat DAC, Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, pada Jumat (1/5/2026) sore.

Acara dimoderatori oleh Wenny Eliza itu menghadirkan tiga pemantik dari latar belakang berbeda untuk membedah posisi perempuan di era digital.

Baca Juga:

Diskusi ini turut dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Ketua Deli Art Community (DAC), Dini Usman, S.Sos., M.M., yang menekankan pentingnya ruang aman bagi perempuan untuk berefleksi.

Pendeta Dr. Riany Sitanggang, M.Th., membuka perspektif dengan menyatakan bahwa spiritualitas bagi perempuan adalah sebuah perjuangan untuk "mencerdaskan" atau berani berbicara.

Baca Juga:

Ia menyoroti fenomena di Sumatera Utara di mana banyak perempuan berpendidikan namun belum berdaya karena tidak membangun jejaring.

"Kita tidak bisa menghapus garis patriarki begitu saja, tapi kita harus berusaha untuk 'beyond pluralis' - menjadi pribadi yang kaya perspektif dan tidak antipati terhadap mereka yang masih nyaman dengan patriarki, karena visi kita adalah mencerdaskan," ungkapnya.

Atas hal tersebut, Wirastuti, seorang Entrepreneur, menekankan perbedaan tajam antara pengetahuan dan kebangunan jiwa.

Menurutnya, kelemahan perempuan saat ini sering kali terjebak pada kompetisi eksistensi diri dan aktualisasi yang justru bisa menjadi penindas bagi diri sendiri.

"Spiritualitas itu 'beyond of knowledge'. Ia bukan sekadar 'power' untuk mencapai tujuan, melainkan bagaimana kebermanfaatan yang kita punya terhadap makhluk lain. Ukuran spiritualitas adalah saat kita mampu memaknai hidup dan memberi manfaat," jelas Wirastuti.

Dari sisi psikologis, Rahmadani Hidayatin, S.Psi, M.Kes, menjelaskan bahwa spiritualitas adalah support system utama bagi kesehatan mental.

Keyakinan pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri mencegah terjadinya distorsi pikiran yang membuat seseorang "oleng" dalam kehidupan.

"Tantangannya adalah ketika terjadi distorsi antara pemahaman spiritual berbasis ketuhanan dengan konsep religius yang kaku. Orang dengan spiritualitas tinggi cenderung lebih stabil secara fisik maupun mental," tuturnya.

Diskusi juga menyentuh isu sensitif mengenai struktur patriarki. Narasi yang berkembang dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa patriarki adalah konstruksi sosial yang bisa diubah dan diuraikan, bukan sekadar dibiarkan.

Menariknya, para peserta juga menyoroti fenomena media sosial saat ini, di mana gerakan perempuan dianggap mulai melenceng dengan penerapan konsep 'feminine energy' yang hanya berfokus mencari pasangan "provider" (penyedia). Hal ini dinilai sering memicu konflik gender alih-alih membangun kesadaran spiritual yang mandiri.

Ketua DAC, Dini Usman, S.Sos., M.M., berharap melalui ruang refleksi ini, perempuan di Kota Medan dapat menemukan pondasi pemberdayaan diri yang lebih kuat.

"Diskusi ini penting untuk menguatkan nilai-nilai luhur yang tumbuh dari pengalaman perempuan, baik dalam adat, keluarga, hingga ranah profesional di tengah dinamika masyarakat yang kian kompleks," pungkasnya.(RAM)

Tags
beritaTerkait
Perkuat Sinergitas, Polsek Medan Tuntungan Gelar Coffee Morning Bersama Wartawan
Camat Medan Tuntungan Berani Perangin-rangin, Dukung Percepatan Perencanaan dan Pelaksana  Pembangunan
Camat Medan Tuntungan Berani Perangin-Angin Sapa Warga dan Gotong Royong Bersama Warga Masyarakat Simalingkar B
Berani Perangin Angin Camat Medan Tuntungan Hadir Dalam Pembukaan Happy Fun Dan Market Day di Bharlind School
Dipimpin Kapolsek, Polsek Medan Tuntungan Bakar Barak Narkoba di Jalan Petunia VIII
Krisis Literasi di Dalam Kampus Dan Upaya Untuk Menghidupkan Kembali Tradisi Budidaya Baca, Diskusi Dan Aksi
komentar
beritaTerbaru