Guntur Geruduk Kejatisu, Segera Tetapkan Tersangka
Aliansi massa tergabung dalam Gerakan untuk Rakyat (Guntur) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera menetapkan tersangka.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan- Aliansi massa tergabung dalam Gerakan untuk Rakyat (Guntur) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera menetapkan tersangka, dalam dugaan korupsi dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera.
"Kita berharap kepada Kejatisu untuk segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi KIP Kuliah. Jangan biarkan kasus ini mengendap," teriak pimpinan aksi, Haris Hasibuan dalam aksi di depan Kantor Kejatisu, Jalan Abdul Haris Nasution, Kamis (21/6/2026).
Haris Hasibuan menyoroti lambannya penanganan kasus dugaan korupsi dana KIP Kuliah yang menyeret nama Kepala LLDIKTI Prof Saiful Anwar Matondang.
Baca Juga:
"Kami menilai dalam dugaan kasus ini Kejatisu terlalu lamban. Tolong pak Kajatisu untuk memberikan atensi terhadap kasus yang kami laporkan sejak Januari 2026 lalu," katanya.
Senada, pimpinan aksi lainnya, Fahrurrozy Efrial menilai Kejatisu belum menunjukkan langkah konkret meski laporan dugaan korupsi telah disampaikan sejak awal tahun.
Baca Juga:
"Kami melihat penanganan kasus ini berjalan lamban. Kejatisu harus serius, transparan, dan berani menuntaskan dugaan korupsi di LLDIKTI Wilayah I tanpa tebang pilih," tegasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, Gerakan untuk Rakyat mendesak Kejatisu segera menindaklanjuti dua laporan pengaduan masyarakat, yakni nomor 010/DUMAS/HARIS/I/2026 tertanggal 8 Januari 2026 dan nomor 005/DUMAS/HARIS/2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Massa juga meminta penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka, termasuk memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan LLDIKTI Wilayah I.
"Kami mendesak pemeriksaan terhadap Kepala LLDIKTI Wilayah I, Saiful Anwar Matondang, serta Kepala Bagian Umum Ahmad Suban. Publik berhak mengetahui perkembangan penanganan kasus ini," ujar Fahrurrozy.
Menurut mereka, dugaan korupsi di sektor pendidikan tinggi tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hak mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
"Aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian masyarakat terhadap tegaknya supremasi hukum. Dana pendidikan harus diselamatkan dari praktik penyimpangan," kata mereka.
Menanggapi tuntutan massa, Kasi Penkum Kejatisu, Rizaldi memastikan pihaknya serius menangani laporan dugaan korupsi tersebut. Ia menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan.
"Jangan ragu dengan kinerja kami. Kami bekerja secara profesional. Semua pihak yang diduga terlibat akan diperiksa satu per satu," ujar Rizaldi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof Saiful Anwar Matondang, beserta sejumlah staf dan pejabat terkait telah diperiksa penyidik.
"Perkembangan hasil penyelidikan nantinya akan kami sampaikan. Kami pastikan penanganan kasus ini tetap berjalan," tegasnya di hadapan massa aksi. Hingga demonstrasi berakhir, situasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Delapan Saksi Sudah diperiksa
Sebelumnya kepada wartawan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Rizaldi, mengatakan Kejatisu Sumatera Utara terus bergerak merampungkan dugaan korupsi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah serta dugaan konflik kepentingan di lingkungan LLDIKTI Wilayah I.
"Masih dilakukan pemeriksaan sampai saat ini. Sudah delapan orang pejabat di lingkungan LLDikti diperiksa ," ujar Rizaldi saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Pada prinsipnya tim bekerja maksimal agar kasus ini segera tuntas."Siapa pun yang kami.anggap ada kaitannya dengan kasua ini kita panggil untuk dimintaai keterangan," ujarnya.
Dalam kasus lain, Kejatisu juga telah menerima pengaduan masyarakat terbaru, terkait dugaan korupsi di lingkungan LLDIKTI Wilayah I.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Haris Martondi Hasibuan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejatisu pada Kamis (7/5/2026).
Rizaldi juga memastikan laporan tersebut memang telah masuk melalui PTSP Kejatisu. Sebelumnya, dalam laporan pengaduannya, Haris Martondi Hasibuan menduga adanya penyimpangan pengelolaan keuangan negara di lingkungan LLDIKTI Wilayah I Sumut, mulai dari kegiatan pengadaan barang dan jasa hingga belanja internal.
Salah satu yang disoroti yakni renovasi ruang podcast humas dengan nilai anggaran Rp134.597.000 yang diduga tidak memiliki rincian teknis jelas serta terdapat indikasi mark-up anggaran.
Selain itu, laporan juga menyinggung dugaan penyimpangan pada pemeliharaan fasilitas dan kegiatan operasional lainnya.Dalam perjalanan dugaan korupsi itu, pihak Kejatisu juga telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut, Prof Syaiful Anwar Matondang, guna dimintai klarifikasi.
Laporan yang ditangani Kejatisu itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya penyimpangan dalam penyaluran bantuan KIP Kuliah serta indikasi konflik kepentingan dalam pengelolaan program di lingkungan LLDIKTI Wilayah I.. Kejatisu menegaskan seluruh laporan akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku. (DEN)
Aliansi massa tergabung dalam Gerakan untuk Rakyat (Guntur) mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) segera menetapkan tersangka.
Medan satu jam lalu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut melakukan Konferensi Pers.
Medan 2 jam lalu
Kecelakaan tunggal terjadi di Tol PekanbaruDumai KM 14B. Akibatnya, dua orang meninggal dan tujuh orang lukaluka.
Peristiwa 3 jam lalu
Polisi Selidiki Aktor Kerusuhan Antarmahasiswa yang Bikin Kampus USK Terbakar.
Peristiwa 4 jam lalu
Muhdi Kurnia Bawa Manuskrip Tari Melayu 1957 ke Era Digital.
Medan 4 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Nama RS alias Kojek bandar narkoba di wilayah Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, santer dikenal kebal
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita resmi melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (M
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labura Lakimin Sihotang (46), warga Dusun Harian Timur, Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Ut
Peristiwa 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Baru PBSI Sumut Siap Lahirkan Generasi Emas Bulu TangkisPengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (P
Sport 6 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemko Medan terus memperkuat peran Satpol PP, Damkarmart, dan Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan
Medan 6 jam lalu