Jumat, 19 Juni 2026

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap

Administrator - Jumat, 19 Juni 2026 14:38 WIB
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap
Istimewa
Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap Polda Metro.

Kuasa hukumnya, Ahmad Khozinudin, mengungkapkan, saat itu Roy baru tiba di rumah setelah perjalanan panjang dari Bandung, Jawa Barat. "Dan semalam itu Pak Roy saat dijemput baru istirahat, nyampe di rumah dari pukul 03.00 dari Bandung. Jadi praktis baru beberapa jam istirahat," jelas Khozinudin ditemui di Mapolda Metro Jaya.

Penyidik disebut meringsek masuk ke dalam kamar pribadi Roy dan istri. Menurut Khozinudin, tindakan ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).

Sebab, penangkapan hari ini tak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Terlebih lagi, klaim kelengkapan berkas perkara (P21) dari Kejaksaan DKI Jakarta juga tak kunjung diterima mereka dalam bentuk surat.

"Karena ada mekanisme penggunaan wewenang yang lain melalui upaya pemanggilan, tetapi itu tidak dilakukan oleh penyidik. Penyidik bypass langsung melakukan upaya paksa dengan melakukan penangkapan," ujar dia.

Di saat yang bersamaan, Tifa juga dijemput dari apartemennya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Padahal, Tifa dijadwalkan untuk mengikuti ujian disertasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pukul 08.00 WIB. Maka dari itu, dia pun harus mengikuti ujian ini dari jarak jauh secara daring di Mapolda Metro Jaya.

8 Orang Sempat Jadi Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka atas kasus tudingan ijazah palsu Jokowi setelah penyidikan yang panjang. Secara umum, delapan tersangka dijerat dengan Pasal 27A dan Pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 310 dan/atau 311 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun. Para tersangka ini kemudian dibagi ke dalam dua klaster sesuai dengan perbuatannya.

Klaster pertama juga dijerat Pasal 160 KUHP dengan tuduhan penghasutan untuk melakukan kekerasan kepada penguasa umum. Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis dimasukkan ke dalam klaster ini.

Sementara klaster kedua terdiri atas Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma. Mereka dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE tentang menghapus atau menyembunyikan, serta memanipulasi dokumen elektronik.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru