Mengutip The Guardian, data dari layanan pelacakan Flightradar24 mengindikasikan pesawat kemungkinan jatuh ke Laut Arab di sebelah barat daya Karachi. Selama fase akhir penerbangan, pesawat tercatat mengalami beberapa perubahan ketinggian secara ekstrem sebelum kehilangan ketinggian secara drastis.
Operasi pencarian dan penyelamatan kini difokuskan di wilayah laut dengan melibatkan berbagai lembaga terkait. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.
Baca Juga:
Menurut catatan penerbangan, Boeing 737 itu diproduksi pada 1999 sebagai pesawat penumpang sebelum dikonversi menjadi pesawat angkut barang pada 2012.
Penurunan Ketinggian Ekstrem
Baca Juga:
Otoritas bandara Pakistan menjelaskan bahwa pesawat melaporkan masalah navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat saat sedang menuju Karachi. Setelah menerima laporan tersebut, petugas ATC berupaya memberikan panduan kepada awak pesawat.
Namun, sekitar tiga menit kemudian, radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis disertai perubahan arah yang tajam. Tak lama setelah itu, komunikasi dengan pesawat terputus.
Saat hilang kontak, posisi pesawat berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi. Laporan Gulf News menyebut lokasi hilangnya pesawat berada di atas Laut Arab.
Data Flightradar24 memperlihatkan pesawat sempat kehilangan ketinggian sekitar 5.000 kaki (1.524 meter) dalam waktu kurang dari satu menit. Setelah itu, pesawat kembali naik sekitar 6.000 kaki (1.828 meter) hanya dalam 30 detik sebelum akhirnya menukik dari ketinggian 36.550 kaki (11.140 meter).
Rekaman data terakhir menunjukkan pesawat berada di ketinggian sekitar 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut dengan laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki (6.827 meter) per menit atau sekitar 400 kilometer per jam, sebuah angka yang tergolong sangat ekstrem.
Flightradar24 menyatakan bahwa data pelacakan yang tersedia mengindikasikan "kemungkinan kecelakaan". sembari mencatat bahwa pesawat mengalami gangguan Global Navigation Satellite System (GNSS) tak lama setelah lepas landas dari Sharjah yang mempengaruhi akurasi pelacakan.(DetikNews)
Tags
beritaTerkait
komentar