Astaga, Kasus Persetubuhan Semarga Hingga Melahirkan Masih Ditangani Polisi
Astaga, kasus persetubuhan semarga hingga melahirkan anak, hingga kini masih ditangani kepoolisian.
Kriminal 43 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. Wilayah yang selama puluhan tahun bebas banjir, kini tergenang air terus-menerus.
Dampak buruk ini diduga kuat akibat berdirinya tembok setinggi kurang lebih 2 meter milik seorang warga bernama Ibu Idah, yang dibangun tanpa prosedur resmi. Padahal, menurut penuturan warga setempat, sejak tahun 1938 wilayah ini tidak pernah mengalami genangan air yang berlangsung lama hingga masuk ke dalam rumah.
Dalam mediasi yang digelar di Kantor Lurah Sari Rejo pada Senin (6/7/2026) lalu, terungkap bahwa pembangunan tembok tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Kepala Lingkungan maupun pihak Kelurahan. Tembok itu juga diduga kuat tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) alias izin mendirikan bangunan yang resmi.
Baca Juga:
Terhalangnya aliran air hujan oleh tembok tersebut menimbulkan dampak nyata dan serius bagi kehidupan warga Gang Palem. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut sejumlah kerugian yang dirasakan masyarakat yaitu Rembesan Air ke Area Privat, Ancaman Kesehatan, Hama Lingkungan, Kerusakan Lingkungan & Properti serta Kerugian Ekonomi.
Baca Juga:
Warga sebenarnya telah menyampaikan keluhan ini secara berjenjang. Kepala Lingkungan 9, Bapak Mono, bersama petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan sudah turun meninjau lokasi. Pada Jumat (3/7/2026), warga juga mendatangi langsung Kantor Lurah untuk meminta penanganan cepat.

Pihak Trantib mengaku telah mengirimkan surat ke tingkat Kecamatan untuk rencana pembuatan saluran drainase baru. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan yang konkret di lapangan. Warga hanya diminta untuk bersabar tanpa kepastian waktu penyelesaian.
Dalam forum mediasi, Ibu Idah selaku pemilik tembok mengakui bahwa ia mendirikan bangunan tersebut di atas tanah miliknya. Ia berdalih telah mengeluarkan biaya sekitar Rp50 juta untuk menimbun tanah tersebut.
Secara mengejutkan, ia justru menyarankan agar warga sekitar melakukan hal serupa menimbun tanah mereka setinggi 1,5 meter agar terhindar dari genangan air. Ibu Idah mengklaim dirinya hanya membuat parit kecil untuk mengalirkan air ke saluran parit besar landasan lama. Ia malah menuding bahwa saluran air besar yang lama tersebut justru sudah tertutup oleh bangunan milik pihak lain bernama Dokter Fram.
Astaga, kasus persetubuhan semarga hingga melahirkan anak, hingga kini masih ditangani kepoolisian.
Kriminal 43 menit lalu
POSMETRO MEDAN Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drasti
Peristiwa 56 menit lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Berastagi mengikuti gotong royong Jumat Bersih sembari menyampaikan pesan Kamtibmas kepada warga.
Sumut satu jam lalu
Gudang Penyimpanan Vape Narkoba Asal Malaysia Berkedok Rumah KosDiungkap Satresnarkoba Polrestabes Medan
Medan satu jam lalu
Bocah 13 Tahun Jadi Korban Dugaan Pelecehan, Pelaku Sempat Aniaya Korban dengan Kayu.
Kriminal 2 jam lalu
Polres Simalungun menggeledah lokasi yang diduga sebagai lokasi judi tembak ikan
Peristiwa 2 jam lalu
Wesly Silalahi dan tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti SETARA Institute.
Sumut 2 jam lalu
Menggagalkan peredaran narkotika, Polres Serdang Bedagai berhasil membekuk 2 orang terduga pelaku.
Kriminal 3 jam lalu
Seorang eks Kadis PMD Tapanuli Utara mengikut seleksi pejabat eselon II di Kabupaten Toba.
Sumut 4 jam lalu
Pemuda di Sumsel Ditangkap usai Sebarkan Foto Bugil Mantan Pacar.
Peristiwa 4 jam lalu