USU Minta Petugas Keamanan Pegang Teguh 3 Prinsip Dasar Ini
USU Minta Petugas Keamanan Pegang Teguh 3 Prinsip Dasar Ini
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN- Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. Wilayah yang selama puluhan tahun bebas banjir, kini tergenang air terus-menerus.
Dampak buruk ini diduga kuat akibat berdirinya tembok setinggi kurang lebih 2 meter milik seorang warga bernama Ibu Idah, yang dibangun tanpa prosedur resmi. Padahal, menurut penuturan warga setempat, sejak tahun 1938 wilayah ini tidak pernah mengalami genangan air yang berlangsung lama hingga masuk ke dalam rumah.
Dalam mediasi yang digelar di Kantor Lurah Sari Rejo pada Senin (6/7/2026) lalu, terungkap bahwa pembangunan tembok tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Kepala Lingkungan maupun pihak Kelurahan. Tembok itu juga diduga kuat tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) alias izin mendirikan bangunan yang resmi.
Baca Juga:
Terhalangnya aliran air hujan oleh tembok tersebut menimbulkan dampak nyata dan serius bagi kehidupan warga Gang Palem. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut sejumlah kerugian yang dirasakan masyarakat yaitu Rembesan Air ke Area Privat, Ancaman Kesehatan, Hama Lingkungan, Kerusakan Lingkungan & Properti serta Kerugian Ekonomi.
Baca Juga:
Warga sebenarnya telah menyampaikan keluhan ini secara berjenjang. Kepala Lingkungan 9, Bapak Mono, bersama petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan sudah turun meninjau lokasi. Pada Jumat (3/7/2026), warga juga mendatangi langsung Kantor Lurah untuk meminta penanganan cepat.

Pihak Trantib mengaku telah mengirimkan surat ke tingkat Kecamatan untuk rencana pembuatan saluran drainase baru. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan yang konkret di lapangan. Warga hanya diminta untuk bersabar tanpa kepastian waktu penyelesaian.
Dalam forum mediasi, Ibu Idah selaku pemilik tembok mengakui bahwa ia mendirikan bangunan tersebut di atas tanah miliknya. Ia berdalih telah mengeluarkan biaya sekitar Rp50 juta untuk menimbun tanah tersebut.
Secara mengejutkan, ia justru menyarankan agar warga sekitar melakukan hal serupa menimbun tanah mereka setinggi 1,5 meter agar terhindar dari genangan air. Ibu Idah mengklaim dirinya hanya membuat parit kecil untuk mengalirkan air ke saluran parit besar landasan lama. Ia malah menuding bahwa saluran air besar yang lama tersebut justru sudah tertutup oleh bangunan milik pihak lain bernama Dokter Fram.
USU Minta Petugas Keamanan Pegang Teguh 3 Prinsip Dasar Ini
Medan 7 jam lalu
Sungai Aek Doras di Sibolga Terancam Meluap, Walikota Saksikan Tumpukan Batu Picu Pendangkalan.
Sumut 7 jam lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Data Warga Masuk ke Aplikasi Parlinsos.
Sumut 7 jam lalu
Polsek Medan Timur Bantu Warga Sesak Nafas ke RS Imelda.
Medan 7 jam lalu
Tinggal Serumah Sejak SD, Remaja 13 Tahun di Tapanuli Tengah Dicabuli Kakek Tiri.
Kriminal 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Persoalan pemadaman listrik yang berulang kali dikeluhkan masyarakat di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pu
Peristiwa 9 jam lalu
Posmetro Medan ,BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan keterti
Peristiwa 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan, Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan kerja, Dinas Pe
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kinerja pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha (PPB) Kabupaten Deli Serdang
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, meminta seluruh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPI
Sumut 12 jam lalu