Respons Cepat Via Call Center 110, Sat Narkoba Sergai Ciduk 2 Terduga Pelaku
Respons Cepat via Call Center 110, Sat Narkoba Sergai menciduk 2 terduga pelaku.
Sumut 26 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. Wilayah yang selama puluhan tahun bebas banjir, kini tergenang air terus-menerus.
Dampak buruk ini diduga kuat akibat berdirinya tembok setinggi kurang lebih 2 meter milik seorang warga bernama Ibu Idah, yang dibangun tanpa prosedur resmi. Padahal, menurut penuturan warga setempat, sejak tahun 1938 wilayah ini tidak pernah mengalami genangan air yang berlangsung lama hingga masuk ke dalam rumah.
Dalam mediasi yang digelar di Kantor Lurah Sari Rejo pada Senin (6/7/2026) lalu, terungkap bahwa pembangunan tembok tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Kepala Lingkungan maupun pihak Kelurahan. Tembok itu juga diduga kuat tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) alias izin mendirikan bangunan yang resmi.
Baca Juga:
Terhalangnya aliran air hujan oleh tembok tersebut menimbulkan dampak nyata dan serius bagi kehidupan warga Gang Palem. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut sejumlah kerugian yang dirasakan masyarakat yaitu Rembesan Air ke Area Privat, Ancaman Kesehatan, Hama Lingkungan, Kerusakan Lingkungan & Properti serta Kerugian Ekonomi.
Baca Juga:
Warga sebenarnya telah menyampaikan keluhan ini secara berjenjang. Kepala Lingkungan 9, Bapak Mono, bersama petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan sudah turun meninjau lokasi. Pada Jumat (3/7/2026), warga juga mendatangi langsung Kantor Lurah untuk meminta penanganan cepat.

Pihak Trantib mengaku telah mengirimkan surat ke tingkat Kecamatan untuk rencana pembuatan saluran drainase baru. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan yang konkret di lapangan. Warga hanya diminta untuk bersabar tanpa kepastian waktu penyelesaian.
Dalam forum mediasi, Ibu Idah selaku pemilik tembok mengakui bahwa ia mendirikan bangunan tersebut di atas tanah miliknya. Ia berdalih telah mengeluarkan biaya sekitar Rp50 juta untuk menimbun tanah tersebut.
Secara mengejutkan, ia justru menyarankan agar warga sekitar melakukan hal serupa menimbun tanah mereka setinggi 1,5 meter agar terhindar dari genangan air. Ibu Idah mengklaim dirinya hanya membuat parit kecil untuk mengalirkan air ke saluran parit besar landasan lama. Ia malah menuding bahwa saluran air besar yang lama tersebut justru sudah tertutup oleh bangunan milik pihak lain bernama Dokter Fram.
Tak hanya itu, Ibu Idah menambahkan bahwa dirinya sudah membenahi tembok lain yang runtuh sebelumnya, yang bersebelahan dengan perkuburan Gang Bunga. Atas perbaikan itu, ia memungut biaya sebesar Rp500.000 dari pembeli rumah dan tanah yang sempat mengajukan komplain kepadanya.
Saran dan pembelaan tersebut langsung mendapat penolakan tegas dari warga Gang Palem.
"Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja kami sudah sulit, bagaimana mungkin kami sanggup mengeluarkan biaya puluhan juta untuk menimbun tanah? Kami juga khawatir, menimbun tanah hanya akan memindahkan masalah banjir ke lingkungan lain," ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak bersedia dibebani biaya sepeser pun akibat kesalahan pembangunan yang dinilai menabrak aturan hukum. Jika tidak ada solusi yang adil dari pihak kelurahan dan kecamatan, warga menyatakan siap melaporkan permasalahan ini ke instansi pemerintah yang lebih tinggi.
Melalui mediasi yang berakhir buntu tersebut, warga Gang Palem secara resmi melayangkan lima poin permintaan kepada pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti Audit Izin Bangunan, Evaluasi Tata Ruang, normalisasi Aliran Air, Intervensi Kesehatan, serta menerikan solusi yang Adil.(Ril/Dam)
Respons Cepat via Call Center 110, Sat Narkoba Sergai menciduk 2 terduga pelaku.
Sumut 26 menit lalu
Kapolres Asahan meresmikan Mako Satuan Polairud.
Sumut 31 menit lalu
Astaga, kasus persetubuhan semarga hingga melahirkan anak, hingga kini masih ditangani kepoolisian.
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drasti
Peristiwa 2 jam lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Berastagi mengikuti gotong royong Jumat Bersih sembari menyampaikan pesan Kamtibmas kepada warga.
Sumut 2 jam lalu
Gudang Penyimpanan Vape Narkoba Asal Malaysia Berkedok Rumah KosDiungkap Satresnarkoba Polrestabes Medan
Medan 2 jam lalu
Bocah 13 Tahun Jadi Korban Dugaan Pelecehan, Pelaku Sempat Aniaya Korban dengan Kayu.
Kriminal 2 jam lalu
Polres Simalungun menggeledah lokasi yang diduga sebagai lokasi judi tembak ikan
Peristiwa 2 jam lalu
Wesly Silalahi dan tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti SETARA Institute.
Sumut 3 jam lalu
Menggagalkan peredaran narkotika, Polres Serdang Bedagai berhasil membekuk 2 orang terduga pelaku.
Kriminal 4 jam lalu