Begini Penampakan Rumah Viral Tetap Berdiri Tegak Dihantam Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Ketika hampir segala sesuatu yang lain tersapu habis, satu rumah tetap berdiri tegak.
Peristiwa 22 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Nepal-- Sebuah rumah dua lantai berwarna mint-hijau yang indah di Nepal yang terkena banjir berdiri kokoh sementara air bah yang mengamuk, lumpur, dan puing-puing menyapu daerah sekitarnya.
Fondasi kokoh dan integritas strukturalnya tampaknya memungkinkannya bertahan menghadapi banjir ganas tersebut, meskipun struktur di sekitarnya hancur total.
Video tersebut menggambarkan gambaran yang jelas tentang kekuatan dahsyat banjir bandang, serta kekokohan sebuah struktur yang dibangun dengan baik.
Baca Juga:
Rumah berwarna mint-hijau atau turquoise ini terletak di kawasan Trishuli Bazaar, distrik Nuwakot, Provinsi Bagmati, Nepal. Rekaman yang beredar luas di media sosial menunjukkan air berlumpur deras membawa batu besar, pohon tumbang, dan puing-puing bangunan menghantam kawasan tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Banjir bandang ini dipicu oleh longsoran es dan batuan dari gletser Himalaya di dekat perbatasan Nepal-Tiongkok (Tibet), yang memicu aliran debris sangat kuat di sistem sungai Bhotekoshi dan Trishuli.
Baca Juga:
Di balkon lantai atas rumah tersebut, setidaknya tiga anggota keluarga terlihat menyaksikan air bah mengelilingi mereka. Air banjir menerjang lantai dasar, merobek pintu dan jendela, serta menutupinya dengan lumpur.
Namun, kerangka utama bangunan tetap utuh. Struktur di sekitarnya rusak parah atau tersapu bersih, sementara rumah hijau ini berdiri tegak. Keluarga yang berada di dalamnya berhasil selamat dan kemudian dievakuasi oleh tim penyelamat.
Menurut laporan, penghuni rumah diidentifikasi sebagai Prakash Pandey Pyakurel (45 tahun), istrinya, dua anak mereka, serta orang tua yang sudah lanjut usia.
Suami-istri sedang berada di toko terdekat saat banjir datang, anak laki-laki mereka (7 tahun) sudah berangkat sekolah, sementara putri mereka (11 tahun) hampir berangkat.
Mereka sempat terjebak sekitar dua jam di rumah tersebut. Istri Pyakurel mengungkapkan rasa takut mereka saat itu, merasa seolah "akhir zaman" telah tiba, namun kemudian bersyukur karena semuanya selamat.
Para ahli dan analisis teknik (termasuk dari akun Architecture Presentation yang banyak dikutip media) menjelaskan bahwa kelangsungan rumah ini bukan sekadar keberuntungan.
Berbeda dengan banyak rumah tradisional di lembah Himalaya yang dibangun dari batu tanpa rangka beton bertulang (unreinforced stone masonry), yang kuat menahan beban vertikal tetapi rentan terhadap gaya lateral (samping) dari air dan debris, rumah ini menggunakan rangka beton bertulang (reinforced concrete frame).
Tulangan baja (rebar) menghubungkan kolom, balok, dan fondasi menjadi satu kerangka kaku yang utuh. Ketika dihantam, rangka tersebut menyerap dan menyalurkan gaya lateral ke fondasi, bukan membiarkan dinding individual menerima beban penuh.
Posisi rumah juga berperan penting. Rumah berdiri sedikit menjauh dari saluran utama aliran debris (yang membawa batu terbesar dan terberat) serta di tanah yang sedikit lebih tinggi.
Bentuknya yang relatif ringkas memungkinkan arus terpecah dan mengalir di sekelilingnya. Endapan lumpur dan puing di sekitar bangunan bahkan mungkin membentuk semacam "tanjakan alami" yang membantu mengalihkan gelombang susulan.
Bencana banjir bandang ini menyebabkan kerusakan luas di Nepal (dan sebagian Tiongkok/Tibet), merusak rumah, jalan, jembatan, dan infrastruktur, serta memutus komunikasi di banyak komunitas terpencil.
Jumlah korban jiwa dilaporkan mencapai ratusan hingga lebih dari 900 orang di kedua negara, dengan ribuan lainnya hilang (angka terus diperbarui seiring operasi pencarian dan penyelamatan).
Rumah hijau ini menjadi simbol ketahanan dan harapan di tengah kehancuran, dengan video viralnya memicu diskusi tentang pentingnya rekayasa struktur yang baik dalam menghadapi bencana alam.
Video-video terkait (yang telah diverifikasi oleh media seperti Reuters Connect) menunjukkan dengan jelas bagaimana rumah tersebut bertahan, sementara keluarga di balkonnya menunggu evakuasi.
Kisah ini mengingatkan bahwa kombinasi desain konstruksi yang kuat dan lokasi yang relatif menguntungkan dapat membuat perbedaan besar saat alam menunjukkan kekuatannya.(BBS/X)
Ketika hampir segala sesuatu yang lain tersapu habis, satu rumah tetap berdiri tegak.
Peristiwa 22 menit lalu
Kecelakaan Truk Kontainer di Tol Belmera Lepas Kendali, Terjun ke Area Kuburan di Martubung, 6 Orang Luka
Peristiwa 2 jam lalu
Penanganan laporan dugaan maladministrasi terkait pelayanan bantuan sosial, di Dusun III Desa Paya Rengas, Kecamatan Hinai, Langkat.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Wakil Bupati Lom Lom Suwondo SS mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Optim
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mulai membangun gedung baru SMP Negeri 2 Galang di Desa Pisang Pala, Kecamatan G
Sumut 5 jam lalu
Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Fauzi Beserta Kaban Dispendasu dan Kepala Jasa Raharja Kunker ke Samsat Sekip.
Medan 11 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rapat Paripurna, Dorong Percepatan Tindak Lanjut Hasil Reses DPRD Kota Medan.
Medan 14 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas Gunungapi S
Sumut 14 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai kembali menangkap dua orang lakilaki dengan inisial A (55) & MD (42) yang d
Kriminal 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, melantik lima Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) dan 12 pejabat fungsi
Sumut 15 jam lalu