Rabu, 16 September 2026

DPP HARI Kecam Keras Karnaval Satanik di Pekalongan, Kementerian Agama Diminta Bertindak

Faliruddin Lubis - Rabu, 16 September 2026 13:03 WIB
DPP HARI Kecam Keras Karnaval Satanik di Pekalongan, Kementerian Agama Diminta Bertindak
IST
Ketua DPP HARI HM. Nezar Djoeli.

POSMETRO MEDAN, Medan--- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) mengecam keras pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibalut dengan Karnaval menampilkan ritual mirip satanik Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Penyajian karnaval yang viral di media sosial ini dinilai sangat mencederai perasaan umat Islam. Kepada awak media, Ketua DPP HARI HM. Nezar Djoeli dengan tegas menyatakan, sajian yang ditampilkan tersebut telah melanggar Sila I Pancasila.

"Dalam karnaval tersebut menampilkan pemujaan-pemujaan setan yang diciptakan dengan menyembelih kambing, meminum darah kambing dan sebagainya. Ini merupakan pelanggaran terhadap sila pertama (Pancasila)," sesalnya.

Baca Juga:

"Kami minta kepada Kementerian Agama, harus berani memecat seluruh jajaran yang ada di daerah Pekalongan. Kenapa lolos memberikan ijin terhadap peristiwa karnaval tersebut," katanya.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah Pekalongan, agar memecat jajarannya yang memberikan ijin pemakaian tempat, agar diganti dengan orang-orang yang agamais.

Baca Juga:

"Agar ketika melaksanakan sebuah ritual keagamaan, jangan sampai menyimpang dan menyinggung perasaan umat Islam," sebutnya.

Selain itu, ia berharap kepada elemen ormas Islam, agar tidak berpangku tangan melihat pelecahan terhadap agama ini.

"Bila perlu, desak pemerintah pusat untuk melakukan investigasi dan menangkap orang-orang yang terlibat memprekarsai kegiatan ini," tandasnya.

Sementara itu, Panitia Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 buka suara terkait penampilan salah satu peserta yang menjadi sorotan setelah beredar di media sosial.

Dalam penampilan tersebut, terdapat adegan yang memperlihatkan aksi penyembelihan kambing di depan panggung kehormatan. Permintaan maaf disampaikan panitia dan perwakilan peserta di Kantor Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan, Senin (14/9/2026).

Ziyad selaku panitia SKNC 2026 membenarkan kegiatan karnaval yang digelar pada Kamis (10/9/2026) tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf atas adanya kekurangan dalam pelaksanaan maupun penampilan peserta.

Menurut Ziyad, SKNC 2026 merupakan bagian dari rangkaian acara khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Simbang Kulon. Dalam pelaksanaannya, Ansor Simbang Kulon mendapat amanah sebagai panitia karnaval.

Sementara itu, perwakilan peserta dari tim Simone, Muhammad Achid, juga menyampaikan permohonan maaf atas penampilan yang mereka bawakan di depan panggung kehormatan.

Achid menjelaskan, konsep kostum dan penampilan tersebut dibuat setelah mereka melihat sejumlah atraksi yang dinilai unik dalam berbagai karnaval. Salah satu referensi yang digunakan berasal dari pertunjukan karnaval di Malang yang mereka temukan melalui YouTube.

Terkait adegan penyembelihan kambing, Achid menyebut aksi tersebut sejak awal memang direncanakan sebagai bagian dari kegiatan setelah karnaval.

Menurut dia, kambing yang digunakan memang rencananya akan disembelih untuk keperluan hajatan. Ia menegaskan, adegan tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat kegaduhan maupun menyinggung pihak tertentu.

Achid menambahkan, konsep penampilan tersebut dibuat dalam waktu relatif singkat. Setelah melihat sejumlah referensi, mereka kemudian mengadaptasi ide tersebut dan membuat kostum maupun konsep pertunjukan dari rumah.

Atas penampilan yang menjadi sorotan tersebut, pihak peserta kembali menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kekhilafan serta kurangnya pemahaman terhadap konteks atraksi yang mereka tiru.(JAF/BBS)

Tags
beritaTerkait
DPP HARI Soroti Kasus Keracunan Siswa di Sejumlah Daerah, Desak BGN Perketat Standar Higienitas Dapur SPPG
DPP HARI Soroti Sikap Wali Kota Malang Tolak Program MBG, Nezar Djoeli: Mendagri Harus Beri Sanksi Tegas
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Pelaku Pembakaran Hutan
komentar
beritaTerbaru