Rabu, 23 September 2026

Muncul Harimau Sumatera di Desa Kuta Saga Pakpak Bharat, Begini Kata BKSDA

P. Silalahi - Rabu, 23 September 2026 11:13 WIB
Muncul Harimau Sumatera di  Desa Kuta Saga Pakpak Bharat, Begini Kata BKSDA
facebook @pemkab pakpak bharat
Muncul seekor harimau di wilayah Pakpak Bharat. Harimau dimaksud diduga Harimau Sumatera.

POSMETRO MEDAN- Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Kantor Camat Kerajaan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam, TNI/Polri, Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa, COP, Pemerintah dan masyarakat desa Kuta Saga terus memantau kehadiran binatang buas diduga jenis harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di desa ini.

Plt. Camat Kerajaan Sondang M Berutu, SE mengurai beberapa upaya yang dilakukan diantaranya memasang beberapa kamera tersembunyi (kamera trap) di beberapa titik lokasi yang diduga menjadi area perlintasan harimau, termasuk memantau bangkai sapi yang ditinggalkan binatang buas ini.

harimau-2.jpg">

Baca Juga:

Sondang mengungkapkan keberadaan hewan buas yang dikenal sebagai raja hutan ini sempat terpantau kamera pengintai ketika dia kembali mendatangi bangkai sapi yang ditinggalkan sebelumnya, namun setelah dilakukan penelusuran selama beberapa hari tidak ditemukan lagi keberadaannya disekitar lokasi.

Kejadiannya bermula pada kamis (17 september) kemarin, kami menerima laporan adanya jejak-jejak harimau di kawasan perladangan sulampak, desa Kuta Saga, dihari yang sama ternyata hewan ini telah memangsa seekor sapi milik warga.

Baca Juga:

Terkait hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, BKSDA, Kepolisian dan juga TNI.

Upaya yang kami lakukan pada dasarnya adalah mencegah korban, baik itu dari masyarakat jangan sampai ada korban, serta juga mencegah supaya jangan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba membunuh hewan ini, bagaimanapun, hewan ini sangat dilindungi, jelas Sondang Berutu.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae atau Panthera tigris sondaica) --seperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Pemkab pakpak bharat yang terlihat POSMETRO MEDAN, Rabu 23 September 2026-- merupakan satu-satunya subspesies harimau asli Indonesia yang masih bertahan hidup hingga saat ini.

Dua saudaranya, harimau bali dan harimau jawa telah dinyatakan punah.

Satwa endemik Pulau Sumatra ini berstatus Kritis dengan perkiraan populasi liar yang tersisa di alam liar hanya sekitar 400 hingga 500 ekor.

Harimau sumatra menempati ruang jelajah yang luas di sepanjang Pulau Sumatra, mulai dari hutan dataran rendah, hutan hujan tropis, hingga hutan pegunungan dengan ketinggian mencapai 3.000 meter di atas permukaan laut.

Sebagai predator puncak di puncak rantai makanan, mereka adalah pelari cepat,dan perenang yang ulung.

Keberadaan mereka sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Mereka mengendalikan populasi satwa herbivora dan hama (seperti babi hutan) agar tidak meledak dan merusak vegetasi hutan.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Bupati Pakpak Bharat bersama Kepala Daerah dan Ketua DPRD se Sumut Tandatangani Komitmen Bersama
Bupati Pakpak Bharat Sampaikan Nota Jawaban Perubahan APBD Tahun 2026
Pemkab Pakpak Bharat Terima Audiensi Rombongan Universitas Terbuka Medan
Bupati Pakpak Bharat Bersama Dandim 0206 Resmikan Jembatan Gantung Cubancer
Polres Pakpak Bharat Panen Raya Komoditas Jagung di Desa Ulu Merah
Wisatawan Inggris Penggemar Arung Jeram Temui Bupati Pakpak Bharat
komentar
beritaTerbaru