Dirinya juga mengaku, sudah pernah menemui Nek Sarwen, menyarankan untuk memperbaharui ketidaksingkronan antara NIK di KK dan KTP.
"Sudah bang. Jumpa sama anaknya. Tapi sampai hari ini tidak ada juga. Bukan lah urusan kami ke situ bang. Ya kalau nanti diperbaharui, Nenek itu ya masuk sebagai calon penerima bang. Bukan otomatis kembali menerima PKH," akunya lagi.
Baca Juga:
"Proses (penerima PKH) bisa melalui Musyawarah Desa bisa Online bang, di Aplikasi Cek Bansos." tambahnya.
Disinggung mengapa saat ini banyak ditemui penerima PKH itu dari masyarakat dengan ekonomi mampu dan banyak keluarga atau kerabat pejabat Desa, dirinya berdalih itu tergantung Sensus Ekonomi BPS (Badan Pusat Statistik).
Baca Juga:
"Itu tadi bang, dari sensus Ekonomi BPS tahun 2022. Gak bisa juga kita salahkan pihak Desa bang. Kalo memang saat ini dapat, ya rejeki bang, kebetulan porsi kuota dari Kemensos mencukupi. Yang pasti kami gak terlibat atau jadi penentu siapa-siapa yang penerima PKH," akhirnya, sekira pukul 18.10 WIB. (Gon)
Tags
beritaTerkait
komentar