Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Sumut dan Medan
POSMETRO MEDAN,MEDAN Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggeledah dua kantor Badan Pertana
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai tuduhan aksi demo di berbagai daerah di Indonesia sejak kemarin sampai hari ini (29/8) ditunggangi pihak tertentu tidak benar.
Menurut Bhima, aksi demonstrasi ini murni karena kemarahan masyarakat yang dipicu oleh kegagalan pemerintah membuat kondisi ekonomi lebih baik.
"Murni kemarahan publik, pemerintah gagal dalam kebijakan ekonomi. Tidak bisa menjawab soal masalah lapangan kerja, ketimpangan dibiarkan," ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com.
Bhima menegaskan kondisi ekonomi berisiko makin memburuk karena ketidakpuasan masyarakat tidak direspon serius oleh pemerintah. Bahkan menurutnya, para pejabat negara terkesan denial terhadap berbagai tuntutan masyarakat, termasuk soal reformasi perpajakan dan evaluasi efisiensi anggaran.
"Ibarat puncak gunung es, investor justru membaca kemarahan publik sebagai masalah fundamental ekonomi Indonesia yang belum diselesaikan, sehingga timbul distrust, bukan dari aksi demonya tapi dari kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah," jelasnya.
Bhima memandang kemarahan masyarakat ini diklaim tidak sejalan dengan data perekonomian 'kinclong' yang diumumkan pemerintah, yakni tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025. Padahal, ia menilai sangat sulit perekonomian tumbuh di atas 5 persen di tengah kondisi di lapangan seperti saat ini.
"Rebound ekonomi global bisa terlewatkan momentumnya jika daya beli domestik yang rendah bertemu dengan kemarahan publik. Relokasi pabrik dari luar negeri ke Indonesia untuk hindari kenaikan tarif AS berisiko terlewatkan. Hampir sulit tumbuh di atas 5 persen," pungkasnya.
Sejumlah aksi demonstrasi terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Kamis (28/8) kemarin dengan membawa berbagai tuntutan. Dalam aksi tersebut, seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan, tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Affan bukan peserta demo, ia sedang mengantarkan makanan saat demo berlangsung. Kematian Affan semakin memicu kemarahan rakyat.
Hari ini, demonstrasi masih berlangsung di beberapa titik di Jakarta, seperti Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat.
POSMETRO MEDAN,MEDAN Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggeledah dua kantor Badan Pertana
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Di balik pengesahan tiga Panitia Khusus (Pansus) strategis oleh DPRD Sumatera Utara dalam forum Laporan Keterangan Pe
Medan 3 jam lalu
Laga PSG vs Liverpool di leg pertama perempatfinal Liga Champions digelar di Parc des Princes, Paris, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.
Sport 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,KARO Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, pimpin langsung upacara perubahan nomenklatur Polres Tanah Karo
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Pemerintah sedang mengkaji skema penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean, dengan tetap memastikan perlindungan b
Inter-Nasional 4 jam lalu
Peristiwa tragis ini mencuat setelah warga menemukan potongan tubuh manusia yang dikubur dalam tiga karung plastik di kebun milik korban di
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah telah menetapkan Kebijakan Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi yang berlaku mulai 1 April 2026
Sumut 5 jam lalu
Dia mengajak semua pihak untuk menjalankan gerakan hemat energi. Termasuk dengan beralih ke energi berbasis listrik.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Selain itu pemblokiran juga bakal menghindari pemilik dari pajak progresif dan risiko hukum, misalnya kendaraan yang sudah dijual terlibat
Bisnis 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menerima kunjungan resmi dari pihak Hotel Santika Premiere D
Medan 5 jam lalu