Ia baru bercerita sehari kemudian setelah didesak oleh sang ibu yang melihat adanya perubahan pada perilaku dan kondisi fisiknya.
"Saya tanya, 'Abang kenapa?' Dia bilang, 'Tapi mama jangan kaget, jangan takut, jangan nyesek. Aku dijedotin sama teman.' Setelah saya desak lagi, dia akhirnya bilang, 'Bukan dijedotin, tapi dipukul pakai kursi besi,'" tutur Y.
Pasca kejadian itu, kondisi MH semakin memburuk.
Kakak sepupunya, RF (29), mengatakan penglihatan MH mulai kabur dan sebagian tubuhnya melemah.
"Dari tanggal 21 Oktober matanya mulai rabun, terus badannya juga lemah seperti lumpuh," ungkap RF.
Keluarga sempat membawa MH ke Rumah Sakit Columbia BSD, Tangerang Selatan. Namun karena fasilitas terbatas, pasien kemudian dirujuk ke RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.
"Saat ini di rawat di Rumah Sakit Fatmawati, sudah dari semalam," tambah RF.
Hingga kini, MH masih dirawat intensif dalam kondisi lemah dan belum sepenuhnya sadar.
Kasus ini sempat dimediasi antara pihak keluarga korban dan keluarga terduga pelaku pada 22 Oktober 2025.
Tags
beritaTerkait
komentar