Jumat, 13 Februari 2026

Mengapa Korban Penculikan Bilqis Bisa Ditemukan di Suku Anak Dalam? Ini Penjelasannya

Administrator - Selasa, 11 November 2025 13:24 WIB
Mengapa Korban Penculikan Bilqis Bisa Ditemukan di Suku Anak Dalam? Ini Penjelasannya
Istimewa
BIlqis bersama petugas dari Makassar yang menjemputnya ke Jambi.

Untuk mendapatkan kembali Bilqis, polisi harus bernegosiasi selama dua malam penuh dengan para tetua adat SAD. Negosiasi itu berlangsung sejak Jumat (7/11/2025) hingga Sabtu malam di wilayah pedalaman yang hanya bisa ditempuh lewat perjalanan darat belasan jam.

"Dari Merangin masuk lagi ke daerah kampung dalam (SAD) untuk koordinasi dengan kepala-kepala suku adatnya di situ agar anak itu diserahkan kembali," kata Kasubnit II Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, Senin (10/11/2025).

Baca Juga:

Menurut Supriadi, negosiasi berjalan sangat alot. Polisi bahkan harus memohon dengan penuh kesabaran agar warga SAD bersedia menyerahkan Bilqis.

"Kami memohon karena kami datang dengan hati nurani. Kalau anak itu tidak pulang, kami juga tidak akan pulang. Kami bujuk terus, mereka bertahan, karena sudah menganggap anak itu sebagai milik mereka sendiri," ujarnya.

Saat akhirnya Bilqis diserahkan, suasana berubah menjadi haru. Warga SAD menangis, sementara Bilqis sempat meronta karena sudah begitu dekat dengan orang-orang yang merawatnya. "Iya, betul, orang di sana menangis. Bilqis sempat meronta karena menganggap itu bapaknya, saking dekatnya mereka," kata Supriadi.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, menjelaskan, jaringan pelaku memanfaatkan grup Facebook bertema "adopsi anak" untuk melakukan jual beli manusia.

"Jadi cara berhubungannya di sosial media. Ada beberapa grup di Facebook yang bahasannya seolah soal adopsi, padahal modusnya perdagangan orang," kata Devi.

Ia menambahkan, para pelaku kerap menargetkan anak-anak berusia di bawah lima tahun, karena lebih mudah dikendalikan. "Kalau kita interogasi, mereka mengutamakan anak yang masih di bawah lima tahun. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada terhadap anak-anaknya," ujarnya.

Penyelidikan menunjukkan, AS dan MA sudah melakukan sembilan kali transaksi jual beli anak, sementara NH tercatat tiga kali. Polisi menduga, jumlah sebenarnya bisa lebih banyak.

Penemuan Bilqis di wilayah Suku Anak Dalam sempat memunculkan stigma negatif terhadap komunitas adat tersebut.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Peran 4 Pelaku Penculikan Balita Bilqis yang Dijual Rp 80 Juta di Jambi
Tiga Pelaku Penculikan Anak di Marelan di Tangkap, Pelaku Positif Narkoba
komentar
beritaTerbaru