Sasar Masjid GRIB Jaya Medan Bagikan 700 Porsi Makanan di Program Jumat Berkah
Sasar Masjid GRIB Jaya Medan Bagikan 700 Porsi Makanan di Program Jumat Berkah.
Medan 8 menit lalu
Namun Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menegaskan bahwa Orang Rimba atau Suku Anak Dalam tidak bisa langsung disebut pelaku kejahatan. "Mereka kehilangan hutan yang menjadi sumber kehidupan. Ketika ruang hidupnya berubah menjadi perkebunan dan konsesi, mereka kehilangan akses terhadap pangan, air, dan sumber penghidupan. Dalam kondisi seperti itu, Orang Rimba sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak luar," ujar Robert Aritonang, antropolog KKI Warsi, kepada Kompas.com, Senin (10/11/2025).
Robert menyebut kondisi mereka sebagai bentuk 'crash landing sosial', yakni situasi ketika masyarakat tradisional tiba-tiba berhadapan dengan dunia luar yang tidak mereka pahami. "Dalam situasi seperti ini, Orang Rimba bisa saja mempercayai bujukan orang luar tanpa memahami konsekuensinya," tambahnya.
Baca Juga:
Penyerahan Bilqis Dilakukan dengan Surat Bermaterai
Menurut Begendang, salah satu warga Suku Anak Dalam, istrinya didatangi seorang wanita dari luar komunitas yang membawa Bilqis.
Perempuan itu mengaku ingin menitipkan anak dari keluarga tidak mampu agar dirawat. Penyerahan dilakukan menggunakan surat bermaterai Rp 10.000 yang menyebut bahwa anak tersebut diserahkan oleh ibu kandungnya dan tidak akan ada tuntutan di kemudian hari. Namun dua hari setelah Bilqis berada di kelompok mereka, Begendang mengetahui bahwa anak itu merupakan korban penculikan. Ia pun menyerahkannya kepada aparat bersama tokoh adat.
Robert Aritonang menegaskan, kasus Bilqis harus dipahami sebagai cermin kemiskinan struktural dan marginalisasi masyarakat adat. "Yang perlu diusut bukan hanya siapa yang terlibat, tetapi siapa yang memanfaatkan Orang Rimba dan menciptakan kondisi yang membuat mereka terjebak," ujarnya.
Menurut KKI Warsi, selama ini Suku Anak Dalam dikenal menjaga hutan dan hidup damai dengan adatnya. Menstigma mereka justru akan memperburuk diskriminasi.
Kasus ini, kata Robert, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperhatikan hak-hak dasar masyarakat adat, seperti akses pendidikan, kesehatan, dan pengakuan wilayah hidup.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, menyebut jaringan ini diduga telah beroperasi berulang kali. "Aksi perdagangan orang ini diduga sudah lebih dari satu kali, dengan penjual dan pembeli yang sama," ujarnya.
Sasar Masjid GRIB Jaya Medan Bagikan 700 Porsi Makanan di Program Jumat Berkah.
Medan 8 menit lalu
Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI 2026 di Kodam I/Bukit Barisan.
Medan 36 menit lalu
Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Aswari (30), terdakwa kasus peredaran narkotika jenis sabu.
Kriminal 48 menit lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Kejuaraan karate Kajatisu Cup II Tahun 2026 resmi dibuka Kajati Sumatera Utara Dr.Harli Siregar, SH.,M.Hum di Gedung
Medan 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Polrestabes Medan merilis hasil pemetaan penindakan praktik perjudian ilegal dalam 100 hari terakhir. Berdasarkan dat
Kriminal 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Polrestabes Medan merilis capaian signifikan dalam pemberantasan tindak pidana perjudian di wilayah hukum Kota Medan.
Kriminal 4 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Camat Medan Petisah Gelar Jumat Berkah di Jalan Gatot Subroto seputaran SIB ,Kecamatan Medan Petisah,Jumat (13/2/2026)
Medan 4 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Majelis Taklim Al Muhajirin Perumahan Pondok Nusantara (Ponus) Jalan Balai Desa Marindal 2 Patumbak, Jumat menggelar
Medan 4 jam lalu
POSMETROMEDAN,Karo Satuan Reserse Kriminal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tanah Karo mengamankan seorang pria berinisial
Kriminal 5 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Saat ini, berpuasa kian populer sebagai salah satu bentuk gaya hidup sehat. Bukan hanya karena alasan ibadah dan keper
Lifestyle 5 jam lalu