Rabu, 13 Mei 2026

Asian Agri Dituding Eksploitasi Pekerja dan Keluarga, FSPMI Tuntut Hapus Target Tak Manusiawi

Jafar Sidik - Kamis, 13 November 2025 23:08 WIB
Asian Agri Dituding Eksploitasi Pekerja dan Keluarga, FSPMI Tuntut Hapus Target Tak Manusiawi
Asian Agri dituding eksploitasi pekerja dan K Keluarga, FSPMI tuntut hapus target tak manusiawi.(bagas)

POSMETRO MEDAN-Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar unjuk rasa di depan kantor PT. Asian Agri Group pada Kamis (13/10/2025) sore.

Dalam aksi ini FSPMI menyuarakan protes terhadap kondisi kerja dan dugaan eksploitasi yang melibatkan keluarga pekerja.

​Sorotan utama dalam aksi tersebut adalah adanya pemaksaan target kerja yang dinilai tidak manusiawi. Narator aksi, Abu Sopian, dalam orasinya menyatakan bahwa target produksi yang tinggi memaksa pekerja melibatkan anggota keluarga mereka tanpa kompensasi.

Baca Juga:

​"Pekerja dipaksa mencapai target, hingga membuat anak dan istri pekerja ikut mengambil brondolan tanpa digaji," ujar Abu Sopian.

​Dalam tuntutannya, FSPMI juga mendesak pemisahan yang jelas antara pekerjaan inti memanen buah dengan tugas mengutip brondolan (buah sawit yang rontok).

Baca Juga:

​Selain itu, serikat pekerja menyuarakan pentingnya penyesuaian premi yang perhitungannya disesuaikan dengan upah lembur, serta menuntut pengangkatan pekerja pupuk dan semprot menjadi karyawan tetap (PKWTT).

Tuntutan lainnya, ​Massa aksi juga menyerukan agar perusahaan memberlakukan struktur dan skala upah yang sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang Penetapan Upah Minimum.

Poin tuntutan terakhir ditujukan kepada regulator, yakni mendesak pencopotan Kepala UPT Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasannya.

​Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan pengawalan dari aparat keamanan. Para pengunjuk rasa mendesak agar perwakilan manajemen PT. Asian Agri Group segera menemui mereka untuk membahas dan menindaklanjuti tuntutan yang telah diajukan.(Bagas)

Tags
beritaTerkait
Diduga Jual Nama APH, Sosok Berinisial "Mbeng" Kuasai Proyek Meubelair Puluhan Miliar di Disdik Sumut
Rumah Zakat  Salurkan Kado Lebaran Yatim untuk 15 Siswa SMP Al Washliyah 8 Medan
Rico Waas Buka Peluang Kolaborasi Global, UNDP Siap Dukung Pengelolaan Sampah Dan Digitalisasi
Rico Waas Ajak Australia Investasi dan Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Ketua DPD Partai Hanura Sumut Tekankan Pentingnya Peran Media Untuk Pembangunan
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, 2 Pengedar 4 Pembeli Dan Barang Bukti Narkoba Diamankan
komentar
beritaTerbaru