Kamis, 12 Februari 2026
Hutan Dairi Rusak, Rakyat Terancam

Badko HMI Sumut Desak Penutupan Total Tambang PT DPM dan Gruti

Faliruddin Lubis - Sabtu, 29 November 2025 09:43 WIB
Badko HMI Sumut Desak Penutupan Total Tambang PT DPM dan Gruti
IST
Deretan banjir bandang, longsor, dan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah Indonesia menjadi alarm bahaya.

POSMETRO MEDAN,Dairi- Deretan banjir bandang, longsor, dan kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai daerah Indonesia menjadi alarm bahaya bagi Kabupaten Dairi.

Kerusakan hutan, pembukaan lahan liar, serta aktivitas tambang yang tidak terkendali, termasuk yang dilakukan PT DPM dan PT Gruti, dinilai mempercepat ancaman bencana ekologis yang bisa meluluhlantakkan Dairi kapan saja.

Melihat kondisi tersebut, Badko HMI Sumatera Utara menyampaikan sikap tegas dan tanpa kompromi, PT DPM dan PT Gruti harus ditutup total. Izin operasi keduanya harus dicabut segera.

Baca Juga:

Ketua Bidang Kajian Keilmuan Badko HMI Sumut, Ahmad Fuadi, menegaskan bahwa tambang-tambang tersebut telah membuka pintu kehancuran bagi Dairi.

"Kami minta dengan tegas: tutup PT DPM dan PT Gruti. Jika tidak, Dairi akan hancur seperti yang kita lihat hari ini. Hutan rusak, bukit gundul, air meluap, dan rakyat menjadi korban. Tidak ada alasan untuk membiarkan ini terus terjadi," tegas Fuadi.

Baca Juga:

Fuadi menyampaikan kritik tajam kepada Menteri ESDM dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dinilai lamban dan seolah menutup mata terhadap kondisi kerusakan lingkungan di Sumatera Utara.

"Kami desak Menteri ESDM Bahlin dan Menteri LHK Siti Nurbaya, jangan tutup mata melihat hutan di Sumut yang rusak parah akibat tambang. Turun dan lihat sendiri bagaimana masyarakat Dairi hidup dalam ancaman. Jangan biarkan izin tambang yang merusak hutan diberikan begitu saja," ungkap Fuadi.

Ia menegaskan bahwa izin yang terus diberikan kepada tambang bermasalah adalah bentuk pengabaian negara terhadap keselamatan rakyat. "Jangan tunggu Dairi menjadi korban selanjutnya," katanya.

Fuadi mengingatkan bahwa banyak daerah di Indonesia telah luluh lantak akibat banjir bandang dan longsor ketika hutan mereka habis. Dairi tidak boleh menjadi korban berikutnya.

"Kita sudah melihat daerah lain hancur karena hutan dirusak untuk kepentingan industri. Penyebabnya jelas: perambahan liar dan tambang. Jangan tunggu Dairi menyusul jadi korban berikutnya," ujarnya.

Tags
beritaTerkait
Saat Tambang Emas Martabe Terhenti, Harapan Pekerja Ikut Terpangkas
Rektor Tekankan Integritas dan Penguatan Layanan Akademik
Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
SEMA Geruduk DPRD dan Kantor Wali Kota Medan, Desak Copot Kepling 12 Kelurahan Binjai
Ketua Badko HMI Sumut: Ada Upaya Nyata Membangun Kembali Kepercayaan Publik Kepada Polri
Kebakaran Hebat Hanguskan Sekitar 10 Rumah di Lau Tawar Dairi
komentar
beritaTerbaru