Jumat, 18 September 2026

Puluhan Perusahaan Diduga Menjadi Biang Kerok Banjir dan Longsor di Sumatera

Faliruddin Lubis - Selasa, 16 Desember 2025 10:31 WIB
Puluhan Perusahaan Diduga Menjadi Biang Kerok Banjir dan Longsor di Sumatera
Raden Arman
Kondisi Aceh Tamiang setelah dihantam banjir dan longsor.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna menerangkan dari rapat koordinasi Satgas PKH di Kejagung Senin (15/12/2025), terungkap ada sekitar 20-an perusahaan yang teridentifikasi melakukan aktivitas-aktivitas ilegal di kawasan hutan Sumatera.

Aktivitas ilegal perusahaan-perusahaan tersebut patut diduga berdampak pada kerusakan lingkungan hidup yang berujung pada terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan juga di Sumbar.

Baca Juga:

Di Sumbar beberapa perusahaan tersebut di antaranya PT SBI, PT DDP, PT PJA, PT SSE, dan PT LAK, PT BEN, PT SM. Terungkap pula MMP, JAM, PT AMP dan PT IS.

"Perusahaan-perusahaan tersebut diduga penyebab banjir di wilayah Sumatera Barat yang terjadi di DAS Air Dingin, Kuranji, Anai di Kota Padang dan Padang Panjang," ujar Anang.

Baca Juga:

Sedangkan di Aceh, perusahaan-perusahaan yang diduga penyebab banjir di DAS Simpang Kanan, Simpang Kiri, Tamiang Jaya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa adalah PT RWP dan PT LMR.

Adapun banjir pada DAS Krueng Sawang dan Pasee di Aceh Utara, Aceh Tengah, Lhoksumawe, Bireun, dan Bener Meriah adalah PT DP. Kemudian banjir pada DAS Hulu Pidie di Pidie, diduga atas aktivitas PT WAM dan PT ANI.

Selanjutnya di Sumut, banjir bandang maupun tanah longsor tak cuma disebabkan oleh perusahaan-perusahaan perambahan hutan, tetapi juga diduga dilakukan oleh pribadi-pribadi tertentu.

Dikatakan banjir yang terjadi di DAS Wampu, Besitang, Batang Serangan yang berada di Kabupaten Langkat dikarenakan aktivitas pembukaan akses Jalan Langkat - Kaban Jahe, dan pembukaan lahan perkebunan di wilayah Pamah Semelir.

Sedangkan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Adian Koting, dan Desa Tukaa di Tapanuli Utara juga Sibolga karena diduga masifnya aktivitas penebangan-penebangan pohon di kawasan hutan yang dilakukan individu-individu.

"Pelaku penebangan invidu diduga saat ini dilakukan oleh tiga orang," kata Anang.

Tags
beritaTerkait
Maba Diminta Speak up Jika Melihat, Mendengar, ataupun Mengalami Tindak Kekerasan Seksual
Pemkab Deli Serdang dan APINDO Perkuat Komunikasi, Dorong Kepatuhan dan Kemudahan Berusaha
Kolaborasi TP PKK Sumut dan Deli Serdang Dorong Keripik Ubi Naik Kelas
UINSU Medan - Polda Sumut dan PT Indako Trading Coy Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara
Pemkab Deli Serdang Terima Mobil Penunjang dari Program TJSL BRI
UPZ UINSU Medan Beri Beasiswa dan Pembinaan Berkelanjutan Bagi Mahasiswa
komentar
beritaTerbaru