Rabu, 13 Mei 2026

Satu Ton Rendang dari Ranah Minang Dikirim untuk Aceh dan Sumatera Utara

Faliruddin Lubis - Jumat, 19 Desember 2025 19:49 WIB
Satu Ton Rendang dari Ranah Minang Dikirim untuk Aceh dan Sumatera Utara
IST
Satu Ton Rendang dari Ranah Minang Dikirim untuk Aceh dan Sumatera Utara.

POSMETRO MEDAN,Padang– Sebanyak satu ton rendang khas Ranah Minang dikirimkan untuk saudara-saudara yang ditimpa bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Sumatera Barat terhadap sesama di wilayah tetangga.

Rendang yang dikirimkan itu diproduksi melalui kerja sama sejumlah lembaga pendidikan Islam, yakni Pesantren Prof. Dr. Hamka Maninjau, Pesantren Diniyah Putri Padang Panjang, serta Pesantren MTI Candung Bukittinggi. Proses pembuatan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan para santri dan pengasuh pesantren.

Pengiriman satu ton rendang ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat penerima manfaat di Aceh dan Sumatera Utara, sekaligus mempererat tali persaudaraan antardaerah di Sumatera.

Baca Juga:

Pihak pengirim menyampaikan doa agar seluruh bantuan dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan aman. "Semoga rendang ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi semua, amiin," demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Aksi kemanusiaan ini menunjukkan kuatnya nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi yang terus dijaga oleh masyarakat Minangkabau melalui lembaga pendidikan dan keagamaan.(REL)

Baca Juga:

Tags
beritaTerkait
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan: Ketua Forwaka Sumut  Irfandi Berharap Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
Panitia PMBM MTsN 2 Madina Pastikan Seleksi Transparan dan Sesuai Regulasi
Tertimbun Longsor, 2 Pekerja Pengambil Timah di Area Bekas PT Gunung Gahapi Sakti Ditemukan Tewas
Profil Kombes Firman Darmansyah, Arsitek Tilang Canggih yang Kini Mengatur Denyut Jalanan Ibu Kota
Airin Rico Waas : Cetak Talenta Digital Untuk Indonesia Emas 2045
KBRI Phnom Penh Fasilitasi Pemulangan Ribuan WNI Korban Penipuan Online
komentar
beritaTerbaru