Peristiwa ini terungkap saat ayah dan kakak pelaku turun ke lantai bawah rumah mereka. Di sana, mereka menemukan korban dalam kondisi masih bernapas namun mengalami luka serius.
Sang ayah sempat memberikan pertolongan pertama dan segera memanggil ambulans. Namun, meski upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawa F tidak dapat tertolong.
Baca Juga:
Kombes Calvijn menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dengan asistensi langsung dari Mabes Polri.
Mengingat pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian memprioritaskan hak-hak anak dan pemulihan trauma.
Baca Juga:
"Proses yang terpenting saat ini adalah penanganan terhadap anak-anak yang ditinggalkan. Kami berkoordinasi dengan psikolog dan Dinas Sosial agar hak-hak mereka terpenuhi dan masa depan mereka tetap terjaga," pungkas Calvijn. ( Dam)
Tags
beritaTerkait
komentar