Sabtu, 04 April 2026

Kasus Anak Bunuh Ibu, Jean Calvijn Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian

Evi Tanjung - Senin, 29 Desember 2025 23:49 WIB
Kasus Anak Bunuh Ibu, Jean Calvijn Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian
Dam
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan secara detail kenapa pelaku bisa berlaku seperti itu.

POSMETRO MEDAN Medan - Kasus tragis mengguncang warga Kota Medan setelah seorang anak berinisial AL (12) diduga kuat melakukan tindakan kekerasan yang berujung pada kematian ibu kandungnya sendiri, F (42).

Baca Juga:

Baca Juga:

Polrestabes Medan menggelar konferensi Senin (29/12/2025) untuk mengungkap motif di balik peristiwa memilukan tersebut. Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak memaparkan sejumlah fakta yang mendorong AL nekat melukai sang ibu.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian mengidentifikasi tiga faktor utama yang memicu emosi pelaku. Trauma Melihat Kekerasan, Pelaku kerap menyaksikan korban (ibunya) melakukan kekerasan terhadap kakaknya. Korban bahkan disebut pernah mengancam anggota keluarga menggunakan pisau.

Pembelaan terhadap Kakak, AL menyaksikan kakaknya dipukuli oleh korban dengan menggunakan benda tumpul seperti sapu dan tali pinggang.

Yang terakhir Sakit Hati Masalah Game, Faktor pemicu terakhir adalah rasa sakit hati pelaku karena aplikasi permainan daring (game online) miliknya dihapus oleh korban.

"Selain itu, pelaku AL diketahui kerap memainkan game bertema senjata tajam serta sering menonton serial anime yang menampilkan adegan serupa," ujar Kombes Jean Calvijn di Mapolrestabes Medan.

Peristiwa ini terungkap saat ayah dan kakak pelaku turun ke lantai bawah rumah mereka. Di sana, mereka menemukan korban dalam kondisi masih bernapas namun mengalami luka serius.

Sang ayah sempat memberikan pertolongan pertama dan segera memanggil ambulans. Namun, meski upaya penyelamatan telah dilakukan, nyawa F tidak dapat tertolong.

Kombes Calvijn menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara hati-hati menggunakan metode Scientific Crime Investigation (SCI) dengan asistensi langsung dari Mabes Polri.

Mengingat pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian memprioritaskan hak-hak anak dan pemulihan trauma.

"Proses yang terpenting saat ini adalah penanganan terhadap anak-anak yang ditinggalkan. Kami berkoordinasi dengan psikolog dan Dinas Sosial agar hak-hak mereka terpenuhi dan masa depan mereka tetap terjaga," pungkas Calvijn. ( Dam)

Tags
beritaTerkait
Wanita dalam Boks di Medan Dipiting, Leher Dililit Lalu Disetubuhi saat Kritis
Pelaku Utama Ngaku Kenal Melalui MiChat, Diduga Bertengkar di Kamar Hotel
Rahmadani Siagian Dimakamkan di Labura, Di Medan Tinggal Bersama Orangtua Sambung
Ini Tampang dan Peran 2 Tersangka Pelaku Pembunuh Cewek Asal Labura
Tangan Dipegangi, Perut Ditusuk, Leher Digorok
Rampok dan Sayat Leher Nenek-nenek hingga Tewas, Tukang Servis CCTV Divonis 20 Tahun
komentar
beritaTerbaru