Minggu, 21 Juni 2026

GMKI Siantar-Simalungun Soroti Kinerja Bupati Anton Achmad dan Wakilnya

P. Silalahi - Minggu, 21 Juni 2026 17:45 WIB
GMKI Siantar-Simalungun Soroti Kinerja Bupati Anton Achmad dan Wakilnya
facebook @Siantar Punya Cerita
GMKI Siantar Simalungun kini mempertanyakan kinerja Bupati dan Wakilnya yang sejauh ini terkesan pencitraan saja.

POSMETRO MEDAN-GMKI Pematangsiantar-Simalungun menyoroti kinerja Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih yang dimana Intensitas kehadiran Bupati Simalungun dalam berbagai agenda seremonial akhir-akhir ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat.

Di saat daerah masih bergulat dengan persoalan infrastruktur, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi masyarakat desa, publik justru lebih sering disuguhi dokumentasi kegiatan simbolik dibandingkan laporan capaian kinerja yang terukur.

Baca Juga:

Yova Ivo Cordiaz Purba,Ketua GMKI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (Siantar-Simalungun) menyampaikan, pihaknya menilai hingga saat ini belum terlihat terobosan signifikan yang mampu menjawab persoalan mendasar di Kabupaten Simalungun.

"Sejumlah ruas jalan di beberapa kecamatan masih dikeluhkan warga, pelayanan administrasi belum sepenuhnya efisien, serta optimalisasi potensi pertanian dan UMKM belum menunjukkan percepatan yang berarti. Namun, agenda seremonial yang terus di publikasi terus berjalan seolah-olah semua persoalan telah tertangani dengan baik."

Pemimpin daerah, kataYova Ivo Cordiaz Purba, seharusnya tidak terjebak pada rutinitas simbolik saja. Seremoni tanpa evaluasi dan pengawasan yang kuat hanya akan menghasilkan kesan kerja, bukan hasil kerja. Publik membutuhkan transparansi capaian program, kejelasan indikator keberhasilan, serta keberanian mengambil langkah korektif terhadap perangkat daerah yang tidak efektif."

Sementara, melalui Sekretaris Cabang 'Flora Simbolon' menyebut hingga kini Bupati Simalungun belum menunjukkan gebrakan nyata dalam membangun Simalungun.

Yang sering terlihat di publik, katanya seperti terungkap di sebuah postingan anonim Facebook @Siantar Punya Cerita

yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Minggu 21 Juni 2026, justru kegiatan seremonial yang tidak jelas apa tujuannya untuk kemajuan Kabupaten Simalungun, sehingga publik mempertanyakan kemampuan Bupati dalam memimpin daerah ini.

"Rakyat Simalungun butuh kerja nyata, bukan pencitraan yang terus di publikasi. Bupati dan Wakil Bupati Simalungun harus berhenti sibuk dengan tampilan luar dan mulai fokus menyelesaikan masalah yang benar-benar dirasakan masyarakat."

GMKI Pematangsiantar-Simalungun menegaskan jabatan Bupati itu amanah rakyat, bukan sekadar posisi representatif.

Waktu dan energi kepala daerah seharusnya difokuskan pada penguatan tata kelola, percepatan realisasi anggaran yang tepat sasaran, serta memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Simalungun.

Jika agenda simbolik lebih dominan daripada kerja strategis, maka wajar bila publik mempertanyakan arah dan prioritas bupati saat ini.

Katanya, tanggal 20 Februari mendatang masa kerja Bupati Simalungun akan genap 1 tahun sebagai orang nomor 1 di Simalungun.

"Oleh karena itu sudah seharusnya Bupati berbenah diri dan menunjukkan kerja nya untuk Simalungun."

Kata dia, Simalungun membutuhkan pemimpin yang bekerja dalam sunyi namun berdampak nyata, bukan pemimpin yang sibuk terlihat aktif di publik tetapi minim progres nyata di lapangan.

GMKI Pematangsiantar-Simalungun sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kemajuan daerah mendorong Bupati Simalungun untuk mengevaluasi menyeluruh di lingkup Pemkab Simalungun dan memastikan fokus pemerintahan kembali pada substansi yaitu: pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat agar terwujudnya pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan bertanggung jawab.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
PJS Simalungun Tanam 1.000 Pohon Buah di Kawasan Danau Toba
Rico Waas: Pemuda Harus Kritis Dan Hadirkan Solusi Pembangunan
komentar
beritaTerbaru