Polsek Tigapanah Amankan Kegiatan Gowes Bareng Tour de Sinabung XI Tahun 2026
Polsek Tigapanah Amankan Kegiatan Gowes Bareng Tour de Sinabung XI Tahun 2026.
Sumut satu menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Sebuah surat terbuka yang ditulis oleh Herry Tjahjono (HT), seorang warga biasa yang mengaku mencintai negeri ini seperti rumahnya sendiri, beredar luas di kalangan wartawan melalui grup WhatsApp. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan pesan utama: tegakkan keadilan dan beri perhatian serius terhadap sikap beberapa menteri yang dinilai menyakiti rasa keadilan rakyat.
Dalam suratnya, Herry menyatakan bahwa ia adalah salah satu pemilih Prabowo dalam Pemilu lalu. Namun, surat yang ditulisnya bukan berisi pujian atau sanjungan, melainkan bentuk kepedulian berupa kritik yang jujur dan terbuka sebagai bagian dari demokrasi.
"Saya mengetuk pintu hati Bapak untuk memohon satu hal: perhatikanlah kembali beberapa pembantu Bapak yang tindak-tanduknya semakin terasa seperti angin dingin yang menusuk rasa keadilan rakyat," tulis Herry.
Baca Juga:
Herry menyebut dua menteri yang dinilainya perlu mendapat perhatian khusus dari Presiden. Pertama, Menteri Kebudayaan, yang dianggap bersikukuh mempertanyakan istilah "perkosaan massal" dalam tragedi Mei 1998.
Ia menilai bahwa semestinya seorang pejabat publik menunjukkan empati terhadap luka sejarah, bukan terjebak dalam perdebatan semantik. Apalagi, menurutnya, ketika seorang anggota DPR perempuan menangis dalam sidang, menteri tersebut tetap bergeming.
Baca Juga:
"Apakah air mata tidak cukup sebagai kesaksian? Apakah penderitaan harus berlabel untuk diakui?" tulisnya dengan nada pilu.
Kritik kedua diarahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang dinilai memihak pelaku intoleransi. Ia merujuk pada kasus penangguhan penahanan terhadap tersangka perusakan vila retret di Cidahu. Herry menilai sikap kementerian tersebut justru melemahkan penegakan hukum dan menyakiti rasa keadilan korban.
"Yang dibutuhkan masyarakat bukan belas kasihan untuk pelaku, tapi keberanian untuk berdiri bersama korban," tegasnya.
Herry menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang tulus mencintai bangsa ini. Ia mengutip pernyataan almarhum Gus Dur yang menyebut Prabowo sebagai sosok yang paling tulus untuk Indonesia. Karena itu, ia menaruh harapan agar Presiden tidak membiarkan para pembantunya mencederai martabat kepemimpinan.
"Jangan biarkan pembantu Bapak mencederai martabat kepemimpinan Bapak sendiri. Hanya Bapak yang bisa menegur, bahkan memecat mereka. Karena bagi seorang menteri, kata presiden lebih nyaring dari jeritan rakyat," tulis Herry.
Polsek Tigapanah Amankan Kegiatan Gowes Bareng Tour de Sinabung XI Tahun 2026.
Sumut satu menit lalu
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 19 jam lalu
Pos AL Medan Labuhan Evakuasi Jenazah di Perairan Bagan Deli.
Peristiwa 20 jam lalu
Data Penerima Bansos di Helvetia Jadi Sorotan, Verifikasi dan Validasi Dinilai Penting.
Medan 20 jam lalu
Panen Melon P2L, Polrestabes Medan Dukung Ketahanan Pangan.
Medan 20 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Proyek Revitalisasi SD Negeri 107436 Rumah Lengo senilai Rp 885.768.705, menuai sorotan dan dipertanyakan, dinilai
Sumut 21 jam lalu
Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri Tradisi Farewell Parade dan Pedang Pora Penyambutan serta Pelepasan Kapolres
Sumut 24 jam lalu
Pasukan Penyelam dan Kopaska melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Inter-Nasional kemarin
POLSEK PANCUR BATU AMANKAN TERDUGA PELAKU PENCURIAN.
Peristiwa kemarin
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi Hibah Pemerintah Italia Disambut di Indonesia.
Inter-Nasional kemarin