Selasa, 07 Juli 2026

Whisnu; Legenda Bintang yang Terus Cemerlang

Faliruddin Lubis - Selasa, 07 Juli 2026 22:04 WIB
Whisnu; Legenda Bintang yang Terus Cemerlang
IST
Kapolda Sumatera Utara, Whisnu Hermawan Februanto bersama istri, Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Utara Ny. Mona Whisnu Hermawan.

POSMETRO MEDAN,Tak banyak sosok Kapolda Sumatera Utara dengan masa bakti lebih dua kalender, seperti yang kini dijalankan Inspektur Jenderal Polisi Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. Inilah asbabun nuzul soal itu.

Catatan : POSMETRO MEDAN

Jenderal adalah hero. Itu identiknya. Pun jenderal polisi. Ditopang sifat ayom, peran memupus keresahan membuatnya pahlawan bagi masyarakat.

Baca Juga:

Apalagi jenderal yang cerdas. Kepiawaiannya menangkal inovasi kejahatan yang hari-hari ini kian tampil edan dan canggih semakin dibutuhkan publik.

Kebutuhan masyarakat soal aparat hukum yang andal telah lebih seabad lalu digaungkan Sir Arthur Conan Doyle. Ini tokoh sejarah kepolisian modren. Persisnya digaung sejak legenda sastra Inggris itu melahirkan karakter Sherlock Holmes di ujung abad ke-19.

Baca Juga:

Sherlock Holmes terlanjur tenar sebagai fiksi aparat serse yang cerdas. Ketenarannya bahkan membuat Scotland Yard menjadi kiblat kepolisian banyak negara, tak terkecuali Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

Nah, di Sumatera Utara (Sumut) yang populasi kejahatannya acap paling tinggi di Tanah Air, tokoh searah Sherlock Holmes diwakili Irjen Whisnu Hermawan Februanto. Peran itu sebangun dengan rekam jejak Whisnu.

Catatan karier tiga dekade membuat Whisnu ditahbiskan sebagai ahli serse. Itu yang membuatnya dikenal piawai menghadirkan kenyamanan bersusul rasa aman untuk masyarakat.

Kiprahnya dua tahun satu bulan terakhir membuktikan itu. Tak ditemukan keputusan 'Trunojoyo 3' yang merotasi Whisnu sebagai bintang penjaga stabilitas keamanan Sumut. Setidaknya sampai awal semester kedua tahun ini.

Padahal, rotasi kalangan elit Polri ulang kali terjadi empat bulan terakhir. Bahkan menyenggol dua kepala polda wilayah jiran Sumut.

Tapi kisah Whisnu bertahan di kursi Kapolda Sumut saat gelombang mutasi tampak bukan tanpa test case.

Itu karena empat bulan lalu Sumut mendadak riuh. Media sosial menggambarkan itu. Ini buntut viral dendang satir yang meminta Tuhan menghabisi bandar sabu.

Anda ingat plesetan remake lagu 'Siti Fatimah'?

Reaksi sosial via nyanyian itu kontan menggugah feeling Whisnu. Peraih award The Best Leadership In Law And Crime Prevention ini bahkan menggelar operasi sapu jagat.

Gelombang razia 'petir siang bolong' arahannya menyikat jejaring bandar gede di 10 wilayah kabupaten-kota Sumut. Tensi publik di Sumut pun mereda.

Tapi sejurus itu, Panipahan malah 'meledak'. Ini daerah pesisir di Provinsi Riau. Di sini, gelombang nyanyian bernada koor itu membakar dua kubu warga hingga berbuntut kerusuhan massa.

Insiden Panipahan serasa menjawab feeling serse Whisnu empat bulan lalu.

"Separuh diri saya lama sudah seperti Batak," demikian Whisnu menganalogikan dirinya dalam kekayaan kultur Sumut. Pemahaman itu mendukung kepiawaiannya soal psikoanalisa.

Tapi dasar analogi itu sejatinya tentang istri tercinta, Ny. Mona, yang berdarah Batak. Whisnu bahkan dikenal sebagai sosok penyayang inang simatua yang bermukim di Sinaksak, nun ... wilayah pintasan ke Danau Toba dari Tapian Dolok Simalungun.

Itulah radiks kultur yang membuat spirit Sumut sudah lama menyala di hati, ucap, dan tindakan mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ini.

"Keluarga yang kuat adalah fondasi utama. Syukur keluarga saya solid, (karena itu) saya bisa fokus memimpin Polda (Sumut) ini," tegas Whisnu di hari-hari pertama menjadi Kapolda Sumut ke-24, Juni 2024 lalu.

Ucapan tulus memang doa yang kuat. Dan omongan dua puluh lima bulan lalu itu terbukti menyuplai energi dalam karier Whisnu di Polri.

Bintangnya jenderal bintang dua ini sontak kian cemerlang sepanjang delapan bulan terakhir. Fakta itu mencuat lewat sejumlah penghargaan yang diraih Whisnu di tengah masa pengabdian di Sumut.

Award pertama datang pada mid November 2025. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menganugerahi Whisnu dengan Bintang Bhayangkara Pratama.

Ini tanda kehormatan untuk dedikasi dan pengabdian tanpa cacat selama bertugas sebagai prajurit Bhayangkara.

Tiga bulan kemudian, 'bintang yang jatuh' lebih kemilau lagi. Award kali kedua ini datang dari Presiden Prabowo Subianto. Alumnus Akpol 1994 ini tercap dalam Kepres Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 sebagai penerima Anugerah Satyalancana Wira Karya.

Ini tanda kehormatan atas kontribusi Whisnu menggerakkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus dedikasinya dalam memperkuat rantai pasok ketahanan pangan.

Nah, bintang teranyar Whisnu datang dengan sinar lebih kemilau lagi. Terjadi awal Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menganugerahi Whisnu dengan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti.

Ini penghargaan tertinggi dari Presiden ke-8 RI untuk Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto atas

prestasi dan dedikasi yang luar biasa kepada bangsa dan negara lewat pengabdiannya memimpin Polda Sumatera Utara.

Maju torus, Jenderal ... (*)

Tags
beritaTerkait
Oalah...Pos Ronda Jadi Lapak Sabu, 3 Orang Ditangkap
Enam Kapolda Diganti Sekaligus, Langkah Terbaru Kapolri Jadi Sorotan
Antusiasme Warga Simalungun Sambut Ranperda Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Rentan
Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII
Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, 359 Personel Naik Pangkat Diminta Tingkatkan Pengabdian
RE Nainggolan: Nugraha Sakanti Tegaskan Kepemimpinan Kapolda Sumut Berorientasi Prestasi dan Pelayanan
komentar
beritaTerbaru