Jumat, 18 September 2026
Lahir dan Besar di Kota Medan

Shanaz Khairuz Putri Lauzia, Dari Dunia Jurnalistik Menuju Politik dan Bisnis

Faliruddin Lubis - Jumat, 31 Juli 2026 16:52 WIB
Shanaz Khairuz Putri Lauzia, Dari Dunia Jurnalistik Menuju Politik dan Bisnis
Nosel
Shanaz Khairuz Putri Lauzia.

POSMETRO MEDAN,Jakarta- Lahir dan besar di Kota Medan, Sumatera Utara, Shanaz Khairuz Putri Lauzia tumbuh di tengah keberagaman budaya yang menjadi ciri khas kotanya.

Baginya, Medan adalah kota yang unik, tidak hanya karena logat dan bahasanya yang khas, tetapi juga karena masyarakatnya yang terdiri dari berbagai suku dengan karakter yang beragam.

Di balik perjalanan hidupnya, ada sosok ibu yang menjadi inspirasi terbesar. Sang ibu mengajarkan arti ketangguhan, keberanian, dan bagaimana menjadi perempuan yang mampu berdiri kuat menghadapi setiap tantangan kehidupan.

Baca Juga:

Perjalanan karier Shanaz dimulai dari dunia jurnalistik, sebuah profesi yang menurutnya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga demokrasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menjadi jurnalis bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi dari profesi itulah ia memperoleh pelajaran berharga tentang komunikasi, berpikir kritis, serta kesempatan membangun relasi dengan berbagai tokoh, mulai dari pejabat pemerintahan hingga para pengusaha.

Baca Juga:

Menurut Shanaz, dunia jurnalistik mungkin tidak menjanjikan kekayaan dalam waktu singkat.

Namun, profesi tersebut memberikan aset yang jauh lebih berharga, yaitu jaringan, pengalaman, serta kebebasan untuk bertanya, belajar, dan memahami berbagai sudut pandang.

Relasi yang ia bangun selama bertahun-tahun kemudian menjadi bekal penting ketika memutuskan terjun ke dunia politik sekaligus mengembangkan bisnis.

Sebagai seorang jurnalis, Shanaz terbiasa bekerja tanpa mengenal waktu. Ia harus selalu siap mengikuti perkembangan informasi, melakukan riset, hingga turun langsung ke lapangan demi menyajikan berita yang akurat kepada masyarakat.

Di tengah perjalanan itu, ia beberapa kali mengambil keputusan besar, termasuk keluar dan kembali ke dunia media, sebelum akhirnya memutuskan fokus pada aktivitas politik, organisasi, dan dunia usaha.

Bagi Shanaz, setiap fase kehidupan memiliki tujuan yang berbeda. Saat menjadi jurnalis, ia fokus membangun kredibilitas dan memperluas relasi.

Ketika merasa telah tiba waktunya untuk melangkah ke tantangan berikutnya, ia berani meninggalkan zona nyaman demi mengejar tujuan yang lebih besar.

Ia percaya bahwa hidup harus memiliki target, dan keberanian mengambil keputusan sering kali menjadi awal dari kesempatan-kesempatan baru.

Di tengah berbagai aktivitas yang dijalani, Shanaz memiliki harapan sederhana namun bermakna. Ia ingin terus menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Baginya, segala pencapaian akan terasa lebih berarti apabila dapat memberikan manfaat dan membuka jalan bagi orang lain untuk ikut berkembang.

Menutup kisahnya, Shanaz menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh pembaca di Indonesia agar tidak takut memulai perjalanan hidup dari titik paling bawah.

"Saya percaya setiap orang memiliki jalan hidup dan waktunya masing-masing.

Jangan pernah takut memulai dari bawah, jangan malu belajar, dan jangan menyerah hanya karena prosesmu terasa lebih lama dibanding orang lain.

Teruslah membangun diri, memperluas relasi, menjaga integritas, dan berani keluar dari zona nyaman.

Kesuksesan bukan hanya tentang jabatan atau kekayaan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Quote inspiratifnya ialah……

"Jangan hanya mengejar kesuksesan, tetapi kejarlah kebermanfaatan. Karena ketika kita menjadi pribadi yang bermanfaat, kesuksesan akan datang mengikuti." (Nosel)

Tags
beritaTerkait
Sekda Deli Serdang Letakkan Batu Pertama Empat Proyek Infrastruktur di Sunggal
Cowok Cewek Kawanan Pencuri Kereta Diciduk, Modusnya Ngaku Ibu Ditabrak Lari
Rico Waas Bersama Kepala Daerah se-Sumut Tandatangani Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Cegah Korupsi
PERKIMCIKATARU Medan Perkuat Sinergi, Pastikan Progress Sekolah Rakyat Terintegtegrasi II
Lapas Kelas I Medan Razia Gabungan dan Tes Urine, 220 Peserta Dinyatakan Negatif
Tim RB ZI Unimed Selenggarakan Kegiatan Penyelarasan Dokumen LKE ZI Bersama TPSK DIKTI
komentar
beritaTerbaru