Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda Syukuran dan Doa Bersama Anak Yatim
Posmetro Medan, Binjai Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan syukuran dan doa bersama anak yatim yang d
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN- 20 Agustus 2026, usia saya genap 72 tahun.
Baca Juga:
Oleh: Suardi, SH*
Ketika angka itu saya renungkan, ada rasa haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Rasanya baru kemarin saya masih muda, berlari mengejar berita, masuk-keluar kantor pemerintahan, kepolisian, pengadilan, Kodam dan berbagai tempat lainnya.
Baca Juga:
Kini, rambut telah memutih, usia telah mencapai 72 tahun, dan banyak teman seperjalanan yang dahulu sama-sama berjuang mengejar berita, satu demi satu telah mendahului saya menghadap Sang Maha Kuasa.
Yang tersisa adalah kenangan.
Dan dari semua kenangan itu, saya hanya bisa berkata:
Alhamdulillah.
Saya bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan umur panjang untuk melihat kembali perjalanan hidup yang penuh suka dan duka sebagai seorang wartawan.
Dari Ruang Redaksi ke Lapangan
Perjalanan saya sebagai wartawan dimulai di Harian Waspada Medan.
Saya menjadi bagian dari staf redaksi. Di tempat itulah saya mengenal banyak wartawan senior dan orang-orang hebat yang memberikan warna dalam perjalanan jurnalistik saya.
Ada H. Prabudi Said, yang sampai hari ini masih hidup. Kemudian almarhum Rauf Syaf, Abd Rachman, Yunan Sipahutar, Amari Iraby yang dikenal sebagai pembuat tajuk, Bachtiar Zein Rangkuti di Redaksi Mingguan, Arsyad Yahya Ritonga sebagai redaktur olahraga, Edi Elison KR, H. Bahriun Yaya sebagai penerjemah, dan Marihot Siagian yang menangani monitor radio.
Nama-nama itu bukan sekadar nama.
Mereka adalah bagian dari sebuah zaman.
Zaman ketika surat kabar masih menjadi salah satu sumber utama masyarakat untuk mendapatkan informasi. Zaman ketika wartawan harus benar-benar turun ke lapangan untuk mendapatkan berita.
Sebelum turun ke lapangan, saya juga belajar banyak hal. Mulai dari kamar film, layout, koreksi berita dan berbagai pekerjaan lainnya.
Dari situlah saya memahami bahwa sebuah berita tidak lahir begitu saja.
Ada keringat.
Ada ketelitian.
Ada tanggung jawab.
Dan terkadang ada keberanian yang harus dipertaruhkan.
Kartu Pers dan Dunia yang Terbuka
Menjadi wartawan memberikan saya kesempatan melihat dunia lebih luas.
Saya pernah menjelajah ke Malaysia, Singapura dan beberapa tempat lainnya.
Di dalam negeri, tugas membawa saya ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, Yogyakarta, Surakarta dan berbagai daerah lainnya.
Di Sumatera Utara, saya pernah sampai ke Pematangsiantar, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Langkat, Sibolga dan banyak tempat lainnya.
Saya pernah menikmati perjalanan dengan pesawat.
Saya bisa bergaul dengan pejabat dan berbagai tokoh.
Dengan menunjukkan kartu pers, ada pintu-pintu yang terkadang bisa terbuka.
Tetapi semakin lama saya menjalani profesi ini, saya semakin memahami bahwa kartu pers bukanlah sekadar kartu untuk masuk ke suatu tempat.
Di balik kartu itu ada tanggung jawab.
Ada nama baik profesi.
Ada kepercayaan masyarakat.
Dan ada kewajiban untuk menyampaikan kebenaran.
Wartawan Tidak Mengenal Waktu
Sukanya menjadi wartawan memang banyak.
Tetapi dukanya juga tidak sedikit.
Wartawan tidak mengenal waktu.
Siang, malam, bahkan dini hari, kalau ada peristiwa penting, tugas tetap harus dijalankan.
Ketika banjir terjadi, wartawan harus turun ke lokasi.
Kadang harus menerobos air.
Kadang harus menghadapi hujan.
Kadang harus berhadapan dengan keadaan yang tidak menentu.
Belum lagi menghadapi petugas yang mungkin belum memahami tugas wartawan.
Dan terkadang harus berhadapan dengan preman atau orang-orang yang tidak senang dengan kehadiran pers.
Namun, itulah pekerjaan.
Risiko harus dihadapi.
Berita harus didapat.
Masyarakat harus mengetahui apa yang terjadi.
Satu Tulisan yang Masih Saya Ingat
Dari sekian banyak berita yang pernah saya tulis, ada satu pengalaman yang sampai sekarang masih melekat dalam ingatan.
Ketika itu saya menulis tentang swasembada pangan.
Tulisan tersebut ternyata mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pertanian Tingkat I Sumatera Utara, yang kala itu dijabat oleh Ir. Daud Rachman Rusjdi.***
Posmetro Medan, Binjai Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memimpin kegiatan syukuran dan doa bersama anak yatim yang d
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, membuka Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) I Kabu
Sumut 2 jam lalu
Polres Sibolga Sosialisasi Aktivasi Portal Perlinsos Digital Bagi Personel
Sumut 4 jam lalu
Kapolsek Tigapanah Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Warga Desa Tongging.
Sumut 5 jam lalu
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 5 jam lalu
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
Sumut 5 jam lalu
Simpan Setengah Kilogram Ganja di Ember Cat, Pria Asal Madina Ditangkap Satresnarkoba Polres Tapteng.
Sumut 6 jam lalu
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
Sumut 6 jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi Sambut Silaturahmi Kapolres Pematangsiantar, Bahas Peningkatan Toleransi dan Perkuat Kolaborasi.
Sumut 7 jam lalu
Pria Ini Jual Hasil Curian Cuma Rp200 Ribu Padahal Barangnya AC dan Televisi.
Medan 7 jam lalu